Ustad Hariri: Beginikah Ahlaq Dai Panggung?

hariri

Ulama adalah pewaris nabi, ilmunya dan akhlaqnya. Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumiddin menuliskan salah satu akhlaq yg harus dimiliki seorang ulama, yaitu mampu menahan amarah. Sebagai sabda sang Nabi  berikut ini:

[ من كف غضبه كف الله عنه عذابه ]
Barang siapa bisa menahan emosi, maka Allah juga akan menahan adzab baginya

Di tengah cekokan para dai selebrutus, setiap muslim sudah seharusnya memiliki guru pembimbing spiritual. Tapi untuk mengangkat seseorang menjadi guru, tentu harus diselediki dulu ke-tsiqoh-anya. qualified or not!

Harus diselediki Riwayat pendidikannya, riwayat gurunya, riwayat hidupnya, amalan ibadahnya dan akhlaq sehari-harinya. Bukan asal suka lalu menobatkan dia sebagai guru panutan.

Baca Juga:   Mongol, Pasukan Kiriman Tuhan (II)

Kasus ustad yang satu ini setidaknya menjadi contoh. Bahwa jangan terlalu mudah terpikat dengan dai selebrutis di TV. Banyak muballigh kondang tapi enggak sukses membina pesantren, jadi akan lebih baik bila memilih pengasuh pesantren sebagai guru spiritual.

Kalau bagi saya, tidak semua muballigh kondang itu ulama. Malah ada kok muballigh/dai yang lebih pandai bernyanyi dan berjoget, padahal ceramahnya kering dari kutipan hadist maupun kutipan petuah kitab-kitab kyai sepuh.Yang penting goyangggg broo

Siapa dia? ini bro, kyai kondang asal Surabaya. Mossok kota Pahlawan pemimpin spiritualnya kemayu :mrgreen: endi rek semangat Bung Tomo-nya!

[youtube=http://youtu.be/SgmymuOKyCo]

 

roda2blog di sosial media

14 Komentar

Tinggalkan Balasan