Kisah Sumber Wayang dan Air Minum Kemasan Haram

Beberapa waktu yang lalu Pak Din Syamsudin mengemukakan opini pribadinya, bahwa bagi dia pribadi air minum kemasan yang dalam proses produksinya merugikan masyarakat adalah haram.

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia emang mau enaknya saja. Mereka seenak udelnya saja menguasai sumber mata air alam yang selama ini menjadi gantunan hidup warga sekitar.

contoh kasus? petani di wilayah Delanggu-Klaten adalah bukti mudah. Sejak sumber cokro dikuasai pemodal, sekarang petani harus keluar modal setiap musim kemarau untuk menyewa mesin diesel penyedot air.

Di luar negeri sono. Air bahan baku AMDK berasal dari glester/salju mencair atau dari air laut yang ditawarkan/desalinasi.
image

Di Ponorogo juga terdapat sumber air di desa wayang. Tempat ini juga terus diincar pemodal untuk dijadikan pabrik.

Bila akhirnya menjadi pabrik AMDK bagaimana nasib sawah yang selama ini dimanjakan air dari sumber ini?

Padahal berkat air yang melimpah ruah dari sumber ini para petani bisa panen tiap musim hingga wilayah sekitarnya disebut Kesugihan (kecamatan).

roda2blog di sosial media

19 Komentar

  1. nah itu dia broo……. selama yang punya lahan nggak ngejual petak sawah itu ya gak masalah to.. heheheh soalnya saya juga berc=kecimpung di industri air.. kita ada progran CSR (corporat sosial responsibility) yang artinya membuat program bersifat sosial yang mendukung adanya susur resapan, penanaman pohon. dan bahkan untuk memproduksi 20 iter air kita harus membuang 1 liter untuk masyarakat… hehehe sharing aja bro.. biar nggak salah pemahaman tentang air haram…

    http://nivikoko.wordpress.com/2014/04/11/tutup-tangki-rata-k45-cbr150-lokal-ahm-apakah-respon-biker-diterima/

Tinggalkan Balasan