Blandong dan Aman: Kisah Pemimpin Boneka

Note dulu: Kisah ini anggap saja fisik, jika ada betulnya itu anggap saja demikian.

image

Desa saya diapit oleh dua kota, selatan dan utara. Kota Selatan (selanjutnya disebut korsel) adalah sebuah kota santri dengan banyaknya pesantren yang mengepung kota.

Sedangkan kota utara adalah kota perdagangan, Industri dan bisnis yang selanjutnya sebut saja kota gadis.

Kota gadis dulu terkenal dengan diskotik apinya. Lalu ada juga beberapa pusat karaoke karonyapopo. Belum lagi ditambah dengan lokalisasi lendir, cafe mesum dan kos-kosan campur kebo.

Lalu ketika pilkadal, terpilih sosok kadal yang terkenal dengan julukan Blandong sebagai pemimpin kota  gadis. Mendengar kata Blandong saja, hampir semua penduduk kota Gadis terutama pegiat religius begidik. Mau dibawa kemana?

Baca Juga:   Sukses Modifikasi Honda C70 Anti Air, Pemuda Ini Jadi Terkenal

image

Sosok Blandong tutur katanya keras dan kasar. Selama memimpin kota, otak dan hati Blandong dipimpin oleh Blandong sendiri. Setiap kebijakanya adalah menurut mata hatinya. Walhasil banyak kafe mesum disikat, kos campur kebo dilibas, lokalisasi lendir dihapus, jam buka karaoke karonyapopo dibatasi.

Berbeda dengan Korsel (kota selatan) yang dipimpin oleh santri. Tindak tanduk lemah lembutnya tetap lembut tapi sekarang malah bertambah manut pada sang Dalang yang menyokongnya dalam pilkadal.

Korsel si Kota Santri yang dipimpin seorang santri tetap melestarikan wisata lendirnya. Malah semakin dibabidaya dengan cafe mesum dan karaoke karonyapopo di sekeliling kota.

Ajang pilihan kepala desa yang oleh Bupati sebelumnya digelar serentak untuk mencegah perjudian, malah digilir pelaksanaanya menjadi kompetisi liga pe judi terbesar wilayah plat AE.

Baca Juga:   Tuntaskan Seri Penutup, Honda Dream Cup 2018 Berhasil Rangkul Pebalap Muda Daerah

Hikmah: pemimpin yang awalnya diragukan, tapi karena memimpin dengan hati dan mata kepalanya sendiri ternyata bisa membawa kebaikan. Daripada pemimpin yang awalnya terlihat santun tapi kemudian manut pada dalangnya daripada hati nuraninya.

Don’t judge the woman from her cover

image

roda2blog di sosial media

12 Komentar

Tinggalkan Balasan