Mindset Sudah Biasa: Ingin pendapatan tambahan yang menguras kantong

Flashback aja 5 tahun terakhir, setelah heboh bongko modyar Investasi Amanah 1, lalu Bowo Jenggot terus VSI sekarang muncul MMM.

image

Di tengah booming perekonomian Indonesia, juga terjadi booming inflasi yang gila-gilaan yang tidak pernah dijadikan fokus pemerintah. Contoh termudah? harga Gula pasir tahun 2008 cuma 5.000/kg. Sekarang tahun 2014 berapa? 10.000/kg. Tapi pemerintah tetap bangga ekonomi kita katanya tumbuh 6-7% per tahun, padahal kawus alias muspro, lha wong Inflasinya 10% pertahun. Jadi? (n tumbuh – n inflasi = -3%)

Gak percaya lagi? bagi yang punya balita dan minum susu formula, pasti terasa banget nyeseknya. Harga susu Dancow 3+ kemasan 400gr, yg biasanya dijual 32rb/pak sekarang jadi 45rb/pak. Demikian juga susu merek lainya, sama saja kenaikan harganya, kemasan 400gr rata-rata naik 10.000.

Baca Juga:   Gerard Elferink, Mudik dari Bali ke Belanda Naik Honda Supra X 125

Nagh bagi pemerintah. Ahh gak apa apa. Nanti juga masyarakat terbiasa. Dan memang begitulah adanya pada akhirnya masyarakat terbiasa dan biasa. Klo di luar negeri sudah demo tuh.

Untuk menyiasati inflasi/kenaikan harga barang sedang kenaikan pendapatan gak sebanding. Otak terampil orang Indonesia memainkan peran, cari pendapatan tambahan. Tapi celakanya? kebanyakan orang malah tertipu Money Game. Niat mau cari tambahan malah kecolongan.

Korbanya? tak sedikit yang dari kalangan swasta tapi justru saya mendapati banyak yang berasal dari PNS. Bila dari kalangan pengusaha, biasanya yg lagi terancam bangkrut dan kalut butuh yang cepat.

Iming-iming pendapatan sampingan berjuta juta juga dibumbui oleh himpitan hobi kredit. Kebanyakan orang lebih suka mengkredit barang dengan harapan masih ada sisa gaji yang bisa ditabung. ndilalah kok malah sisa gaji gak cukup.

Baca Juga:   Dua Pebalap AHRT Siap Tampol di CEV Aragon Spanyol

walhasil iming-iming money game yg menawarkan semilyar mimpi makin menggiurkan. Ehh begitu inves malah mampus tuh money gamenya. Jadi tambah mumet lagi, lalu korupsi atau membidik jadi anggota dewan dengan harapan korupsi.

Jadi?
1. Lebih baik menguras tabungan untuk membeli barang, daripada mengkredit. Kredit = kehilangan pendapatan.

2. Lebih baik tabungan dipotong asuransi / tabungan berencana daripada dipotong untuk membeli barang.

image
jajan nasional

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan