Gontor Menolak Semua Capres Datang

image

Selama status seseorang masih “Calon Presiden” selama itu pula pintu Pondok Modern Gontor tertutup baginya. Tapi bila yang bersangkutan sudah resmi kalah dan menang maka silahkan bila mau bersilaturrahmi.

Gontor menjalankan amanah dan wasiat para Pendiri Pondok bahwa “Gontor berdiri di atas dan untuk semua Golongan”. Doktrin ini selalu diulangi setiap tahun dalam acara Kuliah Umum untuk seluruh warga penghuni pondok.

Kenapa Gontor menolak capres yang datang ke Pondok? Karena bertentangan motto pondok untuk berdiri di atas dan untuk semua golongan. Selama seseorang menjadi capres, selama itu pula dia hanya mewakili dan atas nama golongan/partai tertentu. Berbeda bila sudah terpilih jadi Presiden, maka dia adalah presiden seluruh Golongan dan Rakyat Indonesia, silahkan datang bersilaturrahmi.

Baca Juga:   Lagi Asyik Razia Motor, Polisi Lalu Lintas Digeledah Propam

Kenapa Gontor menolak Capres datang ke Pondok? Karena Pondok Modern Gontor adalah lembaga pendidikan yang santrinya berasal dari semua golongan dan mereka disiapkan untuk menjadi perekat umat yang siap berdiri di atas dan untuk semua golongan.

Pesantren Gontor adalah  lembaga pendidikan seutuhnya dan bukan lembaga stempel apalagi alat kampanye.

“Bila seluruh santri, ustad dan bahkan kiai Gontor adalah NU atau Muhammadiyah atau Golkar atau PPP maka Gontor tidak boleh jadi NU atau Muhammadiyah atau Golkar atau PPP” Wasiat KH. Imam Zarkasyi (salah 1 pendiri PM. Gontor)

Setiap hari kamis santri Gontor diwajibkan mengikuti Pramuka dan upacara bendera merah putih yang kadar wajibnya dalam aturan disiplin sama dengan sholat berjamaah 5 waktu. Maka sudah menjadi kewajiban juga bagi seluruh Santri dan Alumni untuk menunaikan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam pilpres.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Akan Kendarai Motor Modifnya Di Jalan Tol Kalimantan

Tapi suara mereka adalah suara pribadi yang tidak mewakili Institusi Pondok Modern Gontor ataupun lkatan Alumni (Ikatan Keluarga Pondok Modern). Sejak 2004, 2009, 2014 dan seterusnya Insya Allah tetap istiqomah.

image

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. Gontor tak pernah memaksakan semua santrinya untuk memilih pemimpin yang mereka inginkan, karna setiap santri mempunyai hak untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin bangsa ini dimasa depan, apalagi kalau memaksa santrinya untuk memilih 1 partai politik tertentu,,, karna itu tidak ada dalam diri gontor. karena “GONTOR BERDIRI DIATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN” ini bukanlah hanya sebuah semboyan, tetapi ini adalah syi’ar Pondok untuk semua penghuni Darussalam. bahwa Gontor tak pernah memihak kepada siapapun. yang terpenting adalah siapapun PEMIMPIN BANGSA INI DIMASA DEPAN, IA BISA MENJADI PANUTAN BAGI SEMUA RAKYATNYA,,,,
    Semoga pemimpin kita di tahun yang akan datang bisa AMANAH DALAM MEMEGANG JANJI, tak hanya sekedar mengubar janji-janji palsu saja, tetapi harus terjadi dan membuahkan hasil yang berarti bagi bangsa, negara, dan AGAMA. Amiien,,,,

Tinggalkan Balasan