China Klaim Natuna? TNI Siaga Penuh di Batas Laut China Selatan

Berita mengejutkan dilansir thediplomat.com bahwa TNI sedang mensiagakan alat tempur di perbatasan Laut China Selatan sebagai balasan atas klaim China terhadap perairan Natuna.

image

Letnan Kolonel Andri Gandy, Komandan Pangkalan Udara Ranai di Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan, mengatakan, Indonesia sedang meng-upgrade pangkalan udara sehingga bisa menampung pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30.

Secara terpisah, menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Budiman, empat helikopter serang AH-64E Boeing Apache akan dikerahkan ke pangkalan udara Ranai.

Pengumuman ini dikeluarkan saat kekhawatiran Indonesia mulai meningkat merespons posisi teritorial Tiongkok di Laut Natuna, lepas pantai Kepulauan Riau. Komodor Fahru Zaini, seorang pejabat senior pertahanan Indonesia, mengatakan bahwa Tiongkok telah mengklaim Perairan Natuna.

“Tiongkok telah mengklaim Perairan Natuna sebagai wilayah perairan mereka. Klaim sewenang-wenang ini terkait dengan sengketa Pulau Spratly dan Paracel antara Tiongkok dan Filipina. Sengketa ini akan memiliki dampak besar pada keamanan Perairan Natuna,”

image

Para pengamat sudah lama memperkirakan akan adanya benturan perbatasan antara garis batas yang diklaim China dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Baca Juga:   Testimoni Dunia untuk TIMNAS INDONESIA

Dibantah Oleh Laksamana Evan dan Menteri Luar Negeri

Tapi kabar ini dibantah oleh Laksamana Evan dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

“Pertama, tidak ada sengketa teritorial antara Indonesia dan Tiongkok, terutama tentang Natuna. Bahkan kami bekerja sama dengan Tiongkok dalam kemungkinan mewujudkan rencana investasi langsung asing di Natuna. Kedua, kita bukan negara penuntut di Laut Tiongkok Selatan,” kata Marty.

Laksamana menambahkan bahwa up-grade Pangkalan Udara adalah bagian dari rencana strategis TNI untuk memiliki armada pemukul di garis pertahanan negara untuk mengantisipasi ancaman (baca di sini ulasan Evan : thecardinal)

image

Potensi Minyak Wilayah Natuna memiliki peran strategis dan ekonomi. Terletak di ujung selatan Selat Malaka yang penting, di mana banyak impor minyak dan gas alam Asia Timur Laut melakukan perjalanan di sana. Secara ekonomi, Laut Natuna diyakini mengandung sejumlah besar gas alam.

Menurut International Energy Administration, Blok Natuna Timur memegang sekitar 1,3 TCM cadangan gas, hampir setengah dari cadangan gas alam seluruh Indonesia. IEA juga mengatakan, blok ini adalah prospek gas yang belum dikembangkan terbesar di Indonesia.

roda2blog di sosial media

4 Komentar

  1. siapapun presiden nya.jangan biarkan sejengkal pun wilayah NKRI dicaplok negara lain.klo gak mau ku bilang presiden tjap antjoek

Tinggalkan Balasan