Jokowi dan Prabowo sama saja, Ndak Faham Pancasila

Pancasila sebagai ideologi Negara kita menggariskan di sila ke-4  :
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan”. Maknanya bahwa negara
mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Pemilihan Presiden 2014 calonya cuma ada 2 orang. Jokowi dan Prabowo apa gak bisa duduk bareng bermusyawarah tanpa perlu pilpres.

“bapak kan yang lebih tua, bapak saja yang jadi presiden” kata Jokowi
“ooo gak pak joko, sampeyan yang lebih muda lebih banyak energi, lagi pula saya kan jomblo, biar saya jadi wakil saja”

Nagh bila begitukan enak. Negara enggak perlu keluar uang 4 Trilliun. Setiap capres juga enggak keluar biaya. Masih banyak jalan berlubang jenderal! dan masih banyak rakyatmu yang miskin Jok!.

Baca Juga:   Pemerintah Akan Kurangi Kualitas Ban Truk Biar Mudah Pecah Kalau OverLoad

Bukan macam pilpres sekarang. Yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Atau memang keduanya sama saja, ingin negara buntung gue untung.

Tapi itukan melanggar konstitusi UUD dasar tahun 2000. Bukankah UU dibuat untuk kebaikan bersama. Bila rakyat setuju kenapa mesti pemilu bergaya Amerika. Bukankah kata Bung Karno kita Indonesia punya cara hidup sendiri.

melanggar HAM??? ahh tembak saja itu aktipis HAMbab1buta.

image

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. mzbro, yg dimaksud melanggar HAM dan aktifis HAM ini siapa sih? apa orang2 yang mengungkit2 kembali soal yg terjadi tahun 1998 itu, atau soal yg lain?

  2. soal musyawarah mufakat menentukan presiden adalah mustahil, tapi kalo soal “tembak saja” itu lebih mungkin terjadi, sapa yang tidak milih tembak,saja.

  3. Sy pribadi menyuarakan Hak Asasi untuk tidak memilih presiden yang pro terhadap penolakan dan tidak setuju dengan UU yang berbau Islam. Seperti UU Pendidikan, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah, UU Pornografi dan terakhir UU Jaminan Produk Halal untuk produk makanan dan obat-obatan, pro terhadap aliran-aliran sesat di Indonesia dan yg terakhir presiden yg siap pasang badan menolak pembubaran lokalisasi di Dolly.

  4. ah, mosok ada capres pensiunan jendral yang dari sononya dididik setia sama pancasila gak paham sama pancasila? kalo capres yang satunya sih kurang tau yah, denger2 ortunya terlibat komunis gitu?

Tinggalkan Balasan