Kultum Ramadhan #3: Sederhana dalam beribadah

image

Dalam bulan ramadhan ini setiap kebaikan yabg dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Bukan berarti kita beribadah hanya untuk memburu pahala, tapi bukankah pahala dari Allah ada tanda bukti ridlo Allah pada kita.

KH. Abdullah Syukri pernah berwasiat tentang ukuran beribadah di bulan Ramadhan:

“Bila tidak mampu memperbanyak amalan sunnah, maka perbaikilah amalan yang wajib”

Bila membaca alQuran 1 juz per hari terasa berat, ya sudah jangan dipaksakan apalagi sampai mengorbankan pekerjaan, mbolos demi 1 juz 1 hari. Itukan amalan sunnah.

Tapi bila selama ini sholat 5 waktunya jarang berjamaah di masjid, usahakan mulai sekarang untuk sholat berjamaah di masjid, karena ini menyangkut peningkatan prestasi pada ibadah yang wajib.

Baca Juga:   Demi Gaya, Dua Siswa SMK Bunuh Sopir Taksi Online Di Semarang

Ketika adzan berkumandang langsung menuju masjid. Sambil menunggu waktu iqomah gunakan untuk membaca al-Quran. Insya Allah 1 bulan bisa khatam.

Setelah sholat bila biasanya langsung cabut pergi, sekarang duduk dulu berzikir sebanyak-banyaknya.

Begitu pula waktu sahur, bila biasanya susah untuk bangun tahajjud. Sekarang menjadi mudah karena harus makan sahur. Sebelum menyantap alangkah mudah bila sholat dulu 2 rakaat saja. Dan semoga setelah Ramadhan usai kita benar-benar terbiasa untuk bangun malam.

Demikianlah ibadah yang sederhana, yaitu tepat waktu dan optimal. Karena Allah tidak meminta 50% waktu kita, seperti contoh 12 jam di masjid dan 12 jam kerja, bukan seperti itu.

Buktinya Ramadhan hanya 1 bulan dari 12 bulan yang tersedia, kurang dari 10%.Tapi yang 1 bulan itu nilainya luar biasa bila kita optimalkan.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan