Indonesia Darurat Militer, Solusi Terbaik Bila Terjadi Kisruh 22 Juli 2014

22 Juli adalah hari yang paling dinanti seluruh penduduk negeri ini, KPU akan mengumumkan siapa pemenang dari Pemilu Presiden 2014 dan rakyat akan mengetahui siapa pemimpinya.

Paska pencoblosan dan disaat KPU sedang sibuk melakukan penghitungan ulang, kaum ilmuwan akademisi yang melakukan penelitian lewat kegiataan Quick Count malah bertindak kekanak-kanakan. Bukan perbedaan hasilnya yang menjadi masalah, tapi klaim kemenangan masing-masing pihak yang diamini oleh tiap lembaga survey masing-masing.

Bila akhirnya terjadi kerusuhan, Pemerintah sebaiknya segera memberlakukan negara dalam keadaan darurat militer. Jangan menunggu terlalu lama seperti Thailand. Langkah pertama yang harus diambil adalah mengeksekusi kaum ilmuwan-terpelajar yang membekingi lembaga-lembaga survei.

Orang-orang di lembaga survei itu benar terpelajar secara akademik, ada yang bergelar doktor sampai berjajar gelar mastersnya. Tapi moralnya sangat rendah dengan menabur bumbu kebencian antar pendukung capres.  Saling mengklaim kemenangan dengan menebar bumbu keraguan pada KPU, lembaga survey pasti benar KPU belum tentu benar.

Baca Juga:   Mayoritas Orang Indonesia Beli Kendaraan Karena Gengsi Bukan Kebutuhan

Seperti yang fatwa Tamerlane:
Orang-orang yang menebar berita palsu agar muncul keraguan rakyat pada kerajaanya wajib diperangi sebelum memerangi musuh di luar kerajaan

 

 

roda2blog di sosial media

2 Komentar

  1. Ckckckc…
    Ular2/pengkhianat hasil didikan ASU/usa sudah pd berani terang2an mo bikin onar.
    Ayo TNI tangkap para ular2 & Cemplungin ke laut sekalian biar dimakan hiu…!!!!

Tinggalkan Balasan