Indonesia Siap Membeli Rudal Jarak Jauh Brahmos dari India

shaurya rudal missile

Kenalan dulu sama Brahmos dan teknologi rudal India.

Brahmos adalah rudal jarak jauh yang dikembangkan oleh India dan Russia. Sebagai negara yang masih berstatus perang dengan tetangganya Pakistan. India jelas harus terus menerus memperkuat alutsistanya untuk menandingi Pakistan.

Pakistan adalah sekutu dekat Amerika dalam hal persenjataan. Walhasil India, yang walaupun negara persemakmuran Inggris harus mencari sekutu selain Amerika untuk menandingi senjata Pakistan. India kemudian bersekutu dengan Uni Sovyet selama perang dingin dan terus berlanjut ketika Sovyet runtuh berganti Rusia.

Dari keakraban India-Russia, India mendapat banyak alih teknologi termasuk diantaranya lisensi untuk membuat sendiri pesawat tempur Sukhoi dan Mig, Transfer teknologi nuklir dan kemampuan untuk membuat rudal jarak jauh.

Brahmos adalah kerjasama antara India dan Rusia sejak 2001. Namanya diambil dari dua sungai yang mengalir di dua negara Brahmaputra dan Moskwa.

Yakhont_1718774crudal Yakhont Rusia yang juga baru datang untuk TNI

Perbedaan Brahmos dan Yakhont/P800 Oniks.
Secara desain Brahmos dan Yakhont sangat mirip. Tapi daya jelajah keduanya berbeda, Yakhont masih termasuk rudal jarak pendek menengah dengan kemampuan jelajah maksimal 300KM. Brahmos mampu menyasar target pada jarak 500KM.

Dari kerjasama kedua negara, Russia mendapat benefit pengembangan rudal jarak jauh murah meriah dari India yang sangat berpengalaman membuat rudal jarak jauh. Sedang India mendapat benefit berupa jajaran pilihan rudal jarak jauh yang semakin banyak.

rudal milik India
India sendiri sudah memiliki beragam rudal jarak jauh yang sudah siap tempur:
Prahaar (Jelajah 200KM kecepatan Mach 2)
Shaurya (jelajah 700-1900KM kecepatan Mach 7)
Sagarika K-series (jelajah 1.900KM Kecepatan Mach 3)
Prithvi (Jelajah 2.000KM dengan kecepatan Mach 4)
Agni (Jelajah 5.000KM kecepatan 6KM/detik)
Rudal-rudal diatas juga terus diupgrade kemampuan jelajah, seperti Agni seri VI yang kabarnya bisa mencapai 10.000KM.

Roket telah dijadikan senjaata di India sejak zaman Kesultanan Moghul ketika berperang melawan Invasi Inggris pada masa Sultan Heydar Ali dan penerusnya Sulthan Fathul/Thipu.

Rocket zaman duluIlustrasi penggunaan roket zaman moghul. gambar: wikipedia.com

 

Baca Juga:   Jari Tengah Lorenzo dan Pembalasan Yang Indah di GP Mugello

Indonesia Inginkan Rudal BrahMos

Kamis,07-08-2014
Sejalan dengan visi Perdana Menteri India Narendra Modi untuk ekspor hardware pertahanan, produsen rudal jelajah supersonik BrahMos Aerospace mengatakan bahwa negara-negara Asia dan Amerika Latin Tenggara telah menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi sistem senjata jarak 290 km itu dan mungkin India akan mengekspor rudal Brahmos untuk negara-negara sahabat tertentu.

“Beberapa negara Asia dan Amerika Latin Tenggara menginginkan BrahMos, dan menyatakan minatnya untuk itu, terutama untuk angkatan laut dan versi pertahanan pesisir. Sebuah daftar pasti negara-negara peminat sudah ada. Kami mengalami kemajuan dengan strategi pemasaran untuk mengekspor Brahmos ke negara-negara tertentu, yang disetujui oleh pemerintah India dan Rusia, “kata CEO BrahMos Aerospace, Sudhir Kumar Mishra.”Kami berharap beberapa kontrak ekspor akan ditandatangani dengan negara-negara sahabat untuk India dan Rusia dalam waktu dekat,” katanya dalam sebuah wawancara kepada PTI.
Brahmos
Mishra menolak menyebutkan nama negara-negara yang telah menunjukkan minat terhadap sistem rudal Brahmos, namun sumber Kementerian Pertahanan mengatakan Vietnam dan Indonesia di Asia Tenggara dan Venezuela di Amerika Latin telah menyatakan keinginannya untuk mendapatkan rudal Brahmos.
Sebelumnya, Kepala DRDO Avinash Chander juga telah menyatakan minatnya untuk mengekspor senjata pertahanan untuk negara-negara sahabat.

Baca Juga:   Turun Dari Angkot, Siswa SMK Dipanah Kepalanya Oleh Geng Motor Di Cirebon

DRDO dan Rusia NPO Mashinostroyenia (NPOM) adalah mitra dalam patungan dalam membangun BrahMos.
Perjanjian antar pemerintah India dan Rusia dalam pengembangan rudal BrahMos juga menetapkan penggunaan rudal yang canggih ini ke dalam angkatan bersenjata India dan Rusia serta ekspor ke negara-negara sahabat.

Baru-baru ini, Perdana Menteri India telah menyatakan bahwa India sekarang harus bergerak ke arah kemandirian dalam memproduksi senjata dan sistem militer dan juga mencari mengekspor ke negara-negara sahabat.

Ditanya tentang rencana jangka pendeknya untuk pengembangan perusahaan rudal dalam negeri, Mishra mengatakan akan melokalkan pengembangan rudal di India, peningkatan kapasitas produksi yang lebih besar, memenuhi pesanan produksi lebih cepat dari jadwal untuk memastikan pengiriman rudal tepat waktu dan memastikan versi yang berbeda dari rudal BrahMos untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan kekuatan pertahanan termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Mishra mengatakan kontribusi India sejauh ini hanya untuk sistem panduan navigasi dan sistem kontrol penembakan. “Kita harus fokus pada pengembangan teknologi lokal bagi mesin dan penjejak dari rudal BrahMos,” tambahnya.

Sumber : JKGR

 

roda2blog di sosial media

9 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Teka-Teki Sisa Dana 2 Milyar Dollar dari Russia? Setelah pembelian 16 Jet Tempur Sukhoi Su-35. Siluman lagi kah? | roda dua blog

Tinggalkan Balasan