Bus Sekolah Itu Harus, Sampai Kapan akan terus begini

image
kecelakaan di Sawoo Ponorogo, 2 siswa smk meninggal dunia.

Sampai kapan terus begini, tiap hari ada hampir 60 nyawa melayang di jalan raya dan 60% nya adalah kaum pelajar dan pemuda usia produktif. 23.000 nyawa mati per tahun, padahal korban jiwa serbuan inggris ke surabaya pada 10 november 1945 diperkirakan 16.000 jiwa yang mati.

Jadi, jepang dengan pabrikan bermotornya lebih banyak membunuh rakyat Indonesia daripada peluru tentara Inggris.

Pelajar yang meninggal di jalan raya tak ubahnya seperti pahlawan yang gugur mati terkena peluru tentara jepang, yang di zaman sekarang berwujud kendaraan bermotor. Lebih ironis lagi, pejabat negeri ini dari pusat sampai daerah seperti menutup mata pada pembantaian jalan raya ini. Mereka seperti tak pernah berusaha menghentikan laju peluru peluru itu.

Baca Juga:   Yamaha Byson Baru ? Tanpa rem cakram? Edyan!

Entah para pejabat itu lupa atau memang sengaja melupakan diri karena demi kepentingan perusahaan bermotor atau sengaja disumpal untuk jangan membuat kebijakan bus sekolah.

image

Di negara yang kita anggap kismin seperti India, pemerintahnya mampu dan mau mnyediakan bus sekolah demi keamanan anak didik.

Di Indonesia tidak harus 1 bus/sekolah, cukup dibagi zona wilayah lalu dihitung kapasitas angkut bus. Contoh di wilayah Madiun Selatan, menurut perhitungan saya hanya dibutuhkan empat bus sekolah isi 100tempat duduk. Lihat peta di bawah ini.

image

Garis Ijo adalah rute antar jemput.
Garis Pink adalah titik pos penjemputan dan droping siswa ketika pulang, gak harus dibangun halte bus, selebihnya biar mereka jalan kaki atau naik sepeda onthel ke/dari rumah.
Garis Biru adalah lokasi sekolah sma dan smp.

Baca Juga:   Review Kamera Evercoss a7s

Tentunua juga perlu dukungan dari polisi untuk tegas melarang anak bawa motor ke sekolah, seperti ketika tragedi dul ahmad dhani. Waktu itu selama seminggu anak smp gak berani bawa motor tapi sekarang? anget anget tahi ayam laghh

Ahh sudahlah, hanya hayalan tingkat kasur. Toh orang tua zaman sekarang lebih senang bila anaknya yg usia smp-sma bisa berangkat ke sekolah naik motor baru daripada cium tangan mama sebelum berangkat.

roda2blog di sosial media

13 Komentar

  1. cuma bisa ngelus dada, adanya bus sekolah juga bukan jawaban tepat karena usia segitu lagi demen demennya pamer…yang benar ya dilarang di jam sekolah mengendarai motor… piye kira-kira jal?

  2. Jangankan bus sekolah tarif khusus pelajar saja angkutan sudah ogah2an, komitmen mendukung pendidikan nasional memang pantas dipertanyakan

  3. klo ane prefer & se7 apa yg dikatakan om kobay soal pelarangan penggunaan motor bagi siswa sekolah khusus di jam masuk sekolah, jadi silahkan orang tua murid belikan motor buat anaknya tapi tidak untuk dipakai saat jam sekolah tersebut, karena saya pikir membatasi market sepeda motor jg berdampak pada sektor ekonomi, dilema memang.
    solusinya ya seperti diatas, tapi pihak kepolisian apa mau bro melakukan hal tersebut, karena IMHO jika ini diberlakukan tentu saja akan mengurangi “income” dari polisi sendiri (yeaah that’s right, denda dari penilangan para pelanggar lantas).
    #if you know what I mean :)))))

  4. oleh karena itu..cuma sekolah tertentu saja yg paham akan keselamatan siswa-siswi didik mereka dgn menyediakan angkutan utk mereka pergi-pulang sekolah….miris….,

  5. bukan masalah jepang ngasih motornya, itu masalah pengemudinya, kalo iya pengemudi bisa mengendarai dengan benar dan taat peraturan, angka kecelakaan di jalan itu psti menipis, bukannya jepang ngejajah indonesia dengan motor pabrikannya =.=

  6. gpp lah, kan jaman makin modern udah makin canggih (motor2 makin tambah kenceng & irit) jadi itung2 bisa ngirit waktu & duit 😀 ketimbang dulu jaman oe waktu sma boro2 naek mtr, paling kopami 😀

Tinggalkan Balasan