Florence Sihombing Telah Tiada.

Lagi lagi dunia maya yang antara nyata dan tiada memakan korban. Kronologisnya, ada cewek yang gak mau antri beli bbm lalu disoraki di SPBU. Lalu doski bete terus ngepet ngepath dan nge tweet menghakimi bahwa Orang Jogja dan Kotanya itu bla bla bla bla.

Mari kita lihat dulu tentang betapa tertib dan budaya antri sangat dijunjung tinggi di Jogja. Jauh sebelum kota lain sadar akan safety riding, warga Jogja sudah secara sadar pentingnya helm, sarung tangan dan masker pada th.2000, warga memakai sapu tangan/slayer sebagai masker. Saat itu bahkan sebagian warga pulau Jakarta aja masih asing dengan helm. :mrgreen:

image

Di lampu merah, anda masih bisa menemukan bukti kemajuan ketaatan para warga kota dengan berhenti di belakang garis. seakan tak bernyali injak garis. Beda dengan daerah lain yg polisi tidur dijalan saja banyak yg dilindas.

Pemandangan indah lainya adalah tempat parkir motor di sepanjang sisi timur jalan Malioboro. Gak ada istilahnya parkir liar sembarangan. Padahal jika mau parkir disebelah barat juga gak bakal dikempesin malah gratis. Palingan juga ditegur halus sama kusir kuda.
“hai cuk, p*cek po piye, parkir ki ndik wetan” itu klo di Jatim bro.

Baca Juga:   Sejelek Inikah Kabel Speedo Yamaha Xeon

image

Nagh jadi ketika anda hidup di lingkungan kota yang sudah sadar tertib seperti ini, ya waajar jika mereka bersuara merdu “huuuuu”. Coba kalau di Jatim pasti panen pisuhan.

Florence yang tersinggung kemudian melontarkan makian pada warga Jogja. Beruntung orang Jogja itu suka main cara cara yang elegan. Kasus Florence lalu ” diuplote menjadi berita ke detik.com. Awalnya berita itu hanya berisi tentang seorang wanita yg gak mau antri di spbu tanpa menyebutkan nama.

Tapi Flo semakin kalut dan malah semakin menjadi jadi. Walhasil dia seperti melapangkan dada untuk siap dibully seisi kota. Ketika sudah meledak, flo kemudian membunuh akun dirinya di twitter berharap masalah selesai. Klo di dunia nyata aksi bunuh diri memang menyelesaikan masalah. Tapi di dunia luna maya, bahkan sampai 100tahun pun si Luna Maya juga tetap cantik aduhai dalam video klipnya bersama ariel. :mrgreen:

image

Jadi? dunia maya itu maton nyata ne. memang Nyata. mungkin lebih kekal daripada dunia benda ini. Bahkan jika mario ozawa mati sekalipun, video wiseword nya akan tetap abadi entah sampai kapan.

Baca Juga:   Soegoro Atmoprasodjo, Sang Pencetus IRIAN JAYA

Be carefull

Hati saya juga berontak. Kenapa harus Florence ini yg ditindak tegas. Bukankah dia hanya meneladani dosen di Alamamaternya yang bernama Amien Rais.

2 tahun lalu kita disuguhi cercaan Amien Rais tentang kota Solo yg dipimpin Jokowi. Menurut pak amien,
“Saya itu orang Solo. Sudah pernah keliling ke beberapa kota di belahan bumi ini. Dan kota-kota tersebut jauh lebih cemerlang, bersih, tertata. Solo itu masih kumuh dan gelap,miskin” ujar dia, usai membacakan orasi pada acara peringatan Rapat Raksasa Ikada, di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (19/9/2012).

Lalu kenapa warga Solo saat itu gak memenjarakan si Amien ini. Apakah mungkin karena Jokowi sukses merevolusi mental gali-gali di Solo? Sehingga kota Solo tidak hanya tertata secara fisik tapi juga mentalnya. Jika iya semoga Jokowi juga sukses dengan revolusi mental secara nasional.

kok jadi ngobrolin Jokowi.

image

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. orangnya sudah meminta maaf secara langsung & sepertinya sangat memohon. memang sih keliatannya cuma untuk menyelamatkan karir & sekolahnya. tapi sebaiknya diambil langkah tengah dgn penuntut berjiwa besar mencabut tuntutan. si pelaku tetap harus di DO & keluar dari jogja untuk sekian waktu. kynya itu jalan terbaik

  2. Mantap.!! Saya suka Tulisannya.. #diplomatis .. #tegas .. #tanpa_ekspresi disertai #Survey.. Dan pasti sebelum nulis harus #Mikir.. Lanjutkan #cak… :mrgreen:

  3. kalau jatim wis entek amek kurang golek…..c*ki, your eyes+summoned all the animals in the zoo.
    mungkin zaman pak Amien rais waktu koment ngak ditulis lewat medsos jadi tidak ada bukti otentik untuk dikenakan UU no 11 thn 2008 tentang ITE mungkin hanya dari surat kabar,katanya dll jadi ingat saksi-saksi saat sidang di MK, kalau KUHP pasal 310 s/d 342 tentang pencemaran nama baik bisa dipakai dan lagi pak Jokowi tidak nuntut “aku rapopo” hehehe.
    yang pasti perlu “REVOLUSI MENTAL” ajari ungah unguh yang muda hormat pada yang tua, bertutur kata sopan.
    maaf kepanjangan ya

Tinggalkan Balasan