Saab, Siap Transfer Teknologi 100% Bila TNI deal membeli Jet Tempur Gripen

gripen

Pemerintah Indonesia benar-benar sedang serius belanja alat tempur utama, selain beli berani menekan produsen. Enggak sekedar membeli, tapi dalam paket pembelian selalu disertai permintaan Transfer Teknologi, seperti dalam pembelian Tank Leopard.

Kabar terakhir hadir dalam negosiasi pembelian pesawat produksi Saab Swedia, Grippen. Grippen bukanlah pesawat fighter “kacangan” walau bukan produksi negara adidaya. Selain fighter di udara, Jet ini mampu berperan sebagai mini AWACS, misi serang maritim, serang darat dan patroli udara

Grippen dibuat sebagai solusi oleh dan bagi dan untuk pemerintah Swedia daripada beli F16 atau F18 dari Amerika. Jadi? Grippen adalah lawan sebanding F16 dan F18 Hornet? yup, dan TNI sangat membutuhkan Jet yang mampu menandingin 8 ekor F18-Hornet milik Malaysia.

Baca Juga:   Tradisi Lebaran Kupatan dan Balon Udara

Kemampuan paling menarik dari gripen adalah kemampuannya untuk mendarat pada jalanan umum, yang merupakan salah satu strategi pertahanan Swedia. Begitu mendarat , pesawat ini bisa diisi bahan bakar dan dipersenjatai lagi dalam 10 menit oleh 5 orang kru darat yang beroperasi dari sebuah truk, kemudian Gripen terbang kembali untuk melaksanakan misinya.

Gripen Next generation yang ditawarkan Swedia sebenarnya termasuk pesawat generasi 4.5 ++ (wuihhh hampir setara IFX yg masih skala proyek broo). Diamana pesawat sudah dilengkapi radar AESA SELEX Galielo, salah satu kelebihan radar AESA adalah sulit di-jamming dan memiliki pancaran radar yang lebih luas untuk menangkap obyek baik di permukaan maupun di udara.

gripen-ng-fighter-jet-plane-7
daya angkut senjata Gripen yang mampu menggotong sebesar 6 ton

Kabar menarik dilansir laman IHS Janes.com, bahwa bila TNI jadi membeli JAS 39 Grippen, SAAB siap memberikan transfer teknologi 100%.

Baca Juga:   Berdasarkan Hitungan Jawi, Calon Presiden Terpilih Lahir Bulan Juni

Jelas wow sekali, saat ini Kementerian Pertahanan sedang galau menimbang 3 pesawat, F18 Hornet, Sukhoi Su-35 dan Grippen sebagai calon kandidat pengganti F5-Tiger akan segera dipensiunkan. Soal harganya ketiganya hampir sama, dikisaran 55-60juta dollar, tapi bila ada bonus transfer teknologi 100% jelas itu bonus yg tidak ternilai harganya.

Berapa ekor Grippen yang akan dibeli?, 16 ekor dengan nilai mencapa $1 milyar USD. Jika deal itu akan melebihi total Gripen yang dimiliki Thailand/12 ekor. Dan bukan tidak mungkin bila PT.DI bisa memproduksi sendiri Gripen.

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. Alhamdulillah, dengan berita kemajuan alutista TNI jadi makin memberi rasa bangga sebagai warna negara. Ini salah satu upaya TNI menjadikan RI negara yang tidak bisa dianggap remeh dari pihak-pihak yang tidak suka RI maju, baik dari sektor ekonomi, polhukam…

    Smoga pemerintahan yang baru bisa lebih baik untuk memberi anggaran yang lebih besar untuk kemajuan TNI.

    Salam Komando !!!

  2. Insya Allah jika dipilih grippen, putra-putri Indonesia siap mengembangkannya. Mereka pinter2 kok, banyak yang menjadi profesional dibidang ini di luar negeri. Tinggal pemerintah RI saja, mau tidak mengayomi mereka, menghidupi dengan penghasilan yang layak, menyediakan lab untuk riset dan melindungi mereka dari spionase musuh.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Malaysia siap serobot tawaran Saab untuk Indonesia, tentang Jet Tempur Grippen | roda dua blog
  2. Malaysia siap mengambil tawaran Saab untuk Indonesia, tentang Jet Tempur Grippen | Subhan Arifin

Tinggalkan Balasan