Gawat, Internet Indonesia bisa Mati Total

Berita mengejutkan menghiasi media massa online, bahwa Indonesia terancam tanpa Internet. Jelas sangat menakutkan, lha wong sekarang saja mencari nomer togel lewat internet.

Kasus ini sebenarnya karena kolotnya penegak hukum terutama kejaksaan dalam menafsirkan peran penyedia ISP Intert walhasil, Dirut IM2 Indosat masuk penjara karena tuduhan menyelewengkan 2,1Ghz/3G kuota Indosat.

Hati-hati bagi yang berbisnis penyedia jaringan wifi komplek perumahan, karena juga bisa terjerat kasus yang sama. Bahkan mungkin ngaktifin “wifi” untuk tethering di warung juga bisa kena pasal broo.

kurang lebih kasus ini seperti ini: klo ente dapat internet dari jaringan seluler ya jangan dibagi-bagi ke orang lain

Pasalnya, seluruh penyelenggara jasa internet yang ada di negeri ini — yang jumlahnya lebih dari 200 ISP, tak mau bernasib sama layaknya Indar Atmanto, mantan Dirut Indosat Mega Media (IM2) yang berakhir masuk penjara.

Baca Juga:   2011 ... Tahun Klingon

Kekuatiran para penyelenggara ISP ini sangat beralasan. Mereka menilai, apa yang telah dilakukan Indar sudah sesuai dengan peraturan dan telah dianggap benar oleh regulator telekomunikasi seperti Kementerian Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Namun nyatanya, Indar tetap masuk penjara.

Dalam pertemuan di Kantor Pusat PT Indosat, komunitas penyelenggara jasa internet ini pun kemudian bersepakat untuk mengirimi surat kepada Kementerian Kominfo dan Mahkamah Agung (MA) untuk menanyakan kejelasan status hukum dalam berbisnis jasa ISP layaknya yang telah dilakukan oleh IM2.

“Kami akan mengirimkan surat ke Kominfo minggu ini, untuk menanyakan status lisensi yang diberikan pemerintah kepada kami apakah masih berlaku atau tidak,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Semmy Pangerapan, Selasa (23/9/2014) seperti dikutip dari detik.com

“Kami juga akan kirim surat untuk minta fatwa ke MA, apakah izin yang dimiliki ISP ini bisa berdampak ke semua. Karena hampir sebagian besar ISP menggunakan skema bisnis yang sama seperti IM2 dan Indosat,” lanjutnya dalam pertemuan itu.

Baca Juga:   Yoshimura Indonesia Pastikan Knalpot di Honda PCX Palsu

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 30 orang perwakilan ISP dan para pegiat teknologi seperti Onno Widodo Purbo, mereka pun sepakat untuk membuat gerakan pita hitam demi solidaritas untuk terus memberikan dukungan terhadap Indar Atmanto.

“Kalau misalnya nanti jawaban MA fatwanya berlaku sama, maka 71 juta pengguna internet di Indonesia akan terancam tidak dapat akses internet karena akan mati total. Target pemerintah untuk 110 juta pengguna internet di 2015 juga mustahil tercapai,” sesal Andi Budimansyah, Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi)

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan