Malaysia siap serobot tawaran Saab untuk Indonesia, tentang Jet Tempur Grippen

gripen-ng

Tawaran menggiurkan perusahaan manufaktur Saab asal Swedia terkait rencana TNI mencari pesawat pengganti F5-Tiger siap disambar Malaysia. Saab telah menawarkan jet Tempur Grippen dengan 100% transfer teknologi ke Indonesia (klik disini). Grippen sendiri bukan pesawat sembarangan karena sistem avioniknya sudah masuk ke jajaran generasi ke 4,5G. Hemat saya tentu lebih menggiurkan menerima penawaran Saab ini daripada meneruskan proyek pesawat  IFX/KFX bersama Korea Selatan yang selalu direcoki oleh parlemen Korsel.

Tapi tentu pertimbangan para pemangku kebijakan gak sesedarhana itu, apalagi ini menyangkut senjata utama Skadron Udara 14.  Skadron ini sejak awal sejarah pembentukannya telah mengoperasikan berbagai pesawat tempur strategis di eranya seperti Mig-21F Fishbed, F-86 Sabre serta F-5E Tiger. Yang mungkin dalam struktur TNI AU difungsikan sebagai penyerbu cepat.

Salah satu media Malaysia, ptaling jaya, mengatakan bahwa Kerajaan Malaysia sedang mempertimbangkan untuk mengambil tawaran Saab pada Indonesia itu. Sebagaimana yang diketahui, selama kurun 10 tahun terakhir ini, Tentara Diraja Malaysia hampir tidak mendapat budjet untuk belanja alutsista kelas berat guna bersaing dengan negara jiranya seperti Thailand, Singapura dan Indonesia.

Baca Juga:   Unboxing Xiaomi Redmi 3, Hape Low End Yang Mantab

Malaysia seperti cukup panik dengan semakin dekatnya waktu pensiun Mikhoyan Mig-29 (2016), tapi belum dapat jet tempur pengganti. Tahun 2009 proposal Malaysia untuk leasing Euro Fighter ditolak oleh Inggris.

Untuk Gripen ini, Malaysia sudah pernah mengajukan proposal tahun 2012 ke Saab Swedia untuk fasilitas  “sewa” Gripen seperti yang dinikmati Ceko dan Hungaria yang menyewa Gripen untuk jangka waktu 20 tahun senilai 780 juta euro, untuk 14 jet. Tapi proposal Malaysia ditolak Saab.

GRIPENNG_COCKPITfoto: kokpit Gripen NG Thailand

Sekarang muncul kabar baru bahwa Malaysia siap mengambil alih  tawaran Saab pada Indonesia, membeli Grippen dan menerima transfer teknologinya. Jika akhirnya deal, sebenarnya juga tidak mengagetkan karena Saab juga ber-kongsi erat dengan perusahaan militer asal Inggris BAE dalam hal pemasaran dan pengembangan pesawat Super Gripen 5G.

Baca Juga:   Wow!, Viar Vix-R udah ABS

TNI sendiri juga masih terus mempelajari diantara pilihan berikut ini:
Sukhoi Su-30 MKI,
F-15 SE Silent Eagle,
Eurofighter Typhoon,
F-16 E/F Block 60/62,
Rafale-B, F-18 E/F Super Hornet,
Su Su-35 Flanker
dan JAS-39 Gripen NG.
Semuanya adalah pesawat tempur modern generasi terbaru generasi 4.5 yang secara kasar diperkirakan memenuhi kriteria pesawat tempur strategis TNI AU.

 

 

roda2blog di sosial media

13 Komentar

    • Harga beli dan perawatan lebih murah Grippen.
      Untuk upgrade juga lebih murah Grippen, kemungkinan Sukhoi upgrade ke 5G kecil dan biasanya pesawat buatan Russia memang tidak didesain untuk upgrade ke level berikutnya.
      —— itu bila pertimbangan harga, tapi klo saya pertimbangan ToT-nya, daripada ngembangin KFX/IFX bareng korea yang selalu diganggu DPR Korea.

  1. mnurut ane y mendingan gripenlah, coz isa landing dimana saja so tak btuh bandara buat landing it yg plus2 shg isa ditempatkan ditempat yg strategis & terpencil sekalipun utk reaksi cepat krn klemahan kita tidak sigap menghalau penyusup dan inilah jawabannya….

  2. Assalamualaikum. Saya rakyat Malaysia ingin memperbetulkan fakta diatas. Malaysia tidak akan membeli atau menyewa Gripen kerana Gripen dimiliki oleh Thailand. TUDM juga menginginkan pesawat berenjin dua. BAE Systems ingin memindahkan ibu pejabat di Asia daripada Singapura ke Malaysia bagi menunjukkan kesungguhan firma BAE Systems dalam mendapatkan tender MRCA TUDM. Program menggantikan MiG-29N kini telah ditunda kerana masalah politik dan buknnya masalah ekonomi. Sekian, salam sejahtera.

  3. SU35 !!!!! F35 LIGHTNIGHT “MCQUEEN” :v :v hahahaha. aja kalah ama su35 ?? Indo pasti Deal beli 1 squardon !!!!! ahahahah coooooll

Tinggalkan Balasan