SIM D susah didapat, Bikers Disabilatas Berunjuk Rasa

Sekelompok penyandang disabilitas di Banda Aceh, Selasa (23/9/2014), menggelar aksi unjuk rasa menuntut hak untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) khusus.

“Kami datang menuntut hak untuk mendapatkan SIM Khusus, karena selama ini kami mendapat diskriminasi saat ada razia, karena harus bayar tilang, sebab kami tidak dikeluarkan SIM oleh polisi,” kata Erliana Marlinda, koordinator aksi.

Puluhan penyandang disabilitas di Banda Aceh melakukan aksi mendatangi Satuan Lalulintas Aceh di Lamteumen, Banda Aceh, dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan tuntutan hak mereka. Salah satu poster berbunyi, “Kami Bukan Produk Tuhan yang Gagal, karena Produk Tuhan Tak Pernah Salah”.

Aksi ini disambut AKP Junnaeddy, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh. Kepada pendemo, Junna berjanji akan mengeluarkan SIM D, setelah para penyadang disabilitas mengikuti tes kesehatan oleh dokter khusus, dan ujian praktek menegemudi kendaraan.

Baca Juga:   Pliss DeChh

“Kepada para penyandang cacat nanti akan kita bantu urus SIM-nya, selama ini memang jarang mereka mengurus SIM, karena waktu kita tes mereka tidak lulus juga. Makanya nanti akan kita tes berulang dan mengajarkan kembali, dan untuk penderita tuna rungu atau tuli nanti kita minta sepeda motornya harus melengkapi kamera di belakang dan spion besar di depan,” kata dia.

Para penyadang disabilitas di Aceh selama ini tidak mendapatkan hak surat izin mengemudi, padahal mereka harus menjalani rutinitas pekerjaan dan mengurus keluarga layaknya seperti orang normal lain.

Semoga segera ditemukan solusinya.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan