Langgar Marka Ganda, Honda Revo Ringsek dilindas Truk, Pengendara Selamat

Lagi lagi kecelakaan karena melanggar garis putih marka jalan sob.

Kecelakaan-Boyolali

Kecelakaan terjadi di Boyolali. Agus Sutopo, 39, warga perumahan SMA Negeri 1 Ampel, Boyolali harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas 1 Ampel lantaran menderita luka parah di bagian dada dan luka ringan di kepala setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl. Boyolali-Semarang KM 9, Kamis (2/10/2014) sekitar pukul 11.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa bermula ketika pengendara sepeda motor melaju dari arah Boyolali menuju Semarang.

Sepeda Motor Honda Revo dengan nomor polisi AD 2278 YM itu ditumpangi Agus. Saat berjalan, sepeda motor hendak menyalip mobil Kijang.

Nahas, sepeda motor warna hitam tersebut malah mengenai bodi belakang mobil. Agus lantas spontan menghindari tabrakan.

Meski di bagian dada mengalami benturan hebat dengan stang sepeda motor mililknya, Agus bisa berlari ke tepi jalan bagian kiri. Alhasil, dia terhindar dari tabrakan dengan truk bernomor polisi H 1360 TC.

Lantaran tersambar truk dari arah berlawanan itu, sepeda motor Agus ringsek. Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Sunardi, 41, mengatakan Agus langsung dibawa ke Puskesmas 1 Ampel setelah terjadi kecelakaan.

Kerusakan parah terjadi karena laju di antara kendaraan tersebut sama-sama cukup kencang. Selain Agus yang sedang berusaha menyalip dengan kecepatan cukup tinggi, truk berukuran besar itu juga melintas di jalan menurun.

“Truk sebenarnya berada di jalurnya. Namun, karena sepeda motor nyenggol bagian belakang mobil sebelum nyalib akhirnya oleh dan nabrak truk dari arah berlawanan. Ya, syukur pengendara tidak kontak langsung bertabrakan dengan truk. Tadi saat dibawa ke puskesmas, korban juga masih sadarkan diri,” kata Sunardi saat dijumpai Solopos.com di sekitar lokasi kejadian, Kamis.

Pantauan di lokasi, kecelakaan tersebut sedikit mengakibatkan kemcatan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara berhenti di tepi jalan untuk menyaksikan lokasi bekas kecekaan tersebut serta motor korban yang ringsek di bagian depan itu.

Namun, kemacetan bisa segera diurai karena sejumlah petugas kepolisan datang di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Salah satu petugas patroli dan pengawalan (Patwal) Polres Boyolali di lokasi kejadian, AIPDA Anang Widodo, mengatakan Jl. Boyolali-Semarang memang menjadi lokasi rawan kecelakaan.

Selain arus lintas yang padat, menurut AIPDA Anang, kesadaran mengenai keselamatan masayarakat masih kurang.

“Marka ganda di tengah Jl. Boyolali-Semarang sebenarnya sudah jelas untuk menjadi tanda kalau jalan tersebut adalah rawan. Artinya, mayarakat diminta waspada dan berhati-hati. Paling mudah, memang setiap pengendara selalu jaga jarak dengan kendaraan lain ketika berjalan,” kata AIPDA Anang.

Apa sih yang dimaksud dengan marka ganda? ini sob si marka ganda yang dimaksud. Ada dua jenis garis  marka ganda.

1. Marka membujur Ganda Lurus
Fungsinya untuk memisahkan arus jalan, sisi kanan marka maupun sisi kiri, kendaraan dari kedua sisi arah dilarang melintasi si marka ganda.
marka-membujur-ganda-2

2. Marka Membujur Ganda Terputus
Marka ini jarang ada di Indonesia. lalulintas pada dua sisi marka memiliki arah yang sama, lalu lintas yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut. Sedang arah lalulintas pada sisi garis lurus dilarang melintas marka.
marka-membujur-ganda

Semoga bermanfaat dan tetap ingat bahwa marka jalan bukan hiasan. Setiap kecelakaan terjadi karena diawali pelanggaran.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. “Sejumlah pengendara berhenti di tepi jalan untuk menyaksikan lokasi bekas kecekaan tersebut serta motor korban yang ringsek di bagian depan itu”

    gw paling males sama yang beginian. Cuma nonton doang dan tidak melakukan apa apa. Bikin Macet. pas diminta tolong pada kabur satu per satu ….

  2. yang pake SIM nembak mana ngerti marka jalan, perlu diperketat perijinannya supaya yang beredar dijalan orang-orang yang bener-bener paham peraturan dan rambu perlalulintasan.

  3. Kebanyakan pengendara tidak tahu arti marka garis tanpa putus, ya begitulah jadinya banyak yg seruntulan menyebabkan kecelakaan. Solusinya yg berwajib harus sosialisasi lagi tentang peraturan lalu lintas termasuk marka jalan sampai minimal 90% pengendara patuh.

Tinggalkan Balasan ke John price Batalkan balasan