Setelah Latgab 2014 dan HUT TNI 69, Masihkah Malaysia Berani Lancang Pada Indonesia

image

Akhirnya perayaan HUT TNI ke 69 selesai digelar dengan parade militer terbesar yang pernah dipamerkan oleh hulubalang negeri ini. Senjata alutsista terbaru TNI dipamerkan mulai dari tank Scorpion sampai drone Wulung buatan anak bangsa turut tampil.

Kapal tempur utama milik TNI AL juga tidak sekedar konvoi tapi juga ikut bermanuver gaya tempur. Saluttt.

Setelah hampir satu dasawarsa kekuatan TNI menjadi bahan ledekan oleh Tentara Diraja Malaysia, apakah sekarang mereka masih berani ngece?

Latgab 2014 telah memamerkan kemampuan serbu TNI walau tanpa beberapa alutsista yabg datang belakangan.  Sedangkan defile HUT TNI memamerkan senjata utama terbaru hasil kebijakan MEF 1 yang absen di Latgab.

image

Alutsista Malaysia Sudah Usang
Dunia berputar,  kadang diatas kadang dibawah. Sama halnya dengan Militer Malaysia. Saat ini  kondisi alutsista Malaysia bolehlah divonis ngenes.

Baca Juga:   Sumpah Palapa dan Negara Kesatuan Majapahit (ilusi Majapahit II)

Perbandingan kekuatan aviasi Angkatan Darat misalnya,  sangat njomplang:  Penerbad TNI punya 5 mi35, 8 heli Apache Guardian plus 12 Eurocopter Fennec dan rencana heli angkut blackhawk yg sudah hampir pasti disetujui kongres AS.

Lha dalah, proposal pembelian Apache malaysia ditolak kongres USA. Praktis tim penerbang Angkatan Darat Malaysia sampai saat ini cuma ngandelin 1 ekor Agusta-westland yang minim senjata.

Angkatan Udara Malaysia juga sudah mulai kekurangan armada. 12 ekor Mig29 sudah usang, seperti halnya produk militer Russia, susah diupgrade. F18 Hornet mereka cuma berjumlah 8 sedangkan Sukhoi su30 ada 18 biji. Total cuma ada 26 jet tempur aktif milik Malaysia. Northop F5 anggap saja sudah pensiunkan seperti TNI.

Sedangkan TNI AU memiliki 34 biji F-16 (24nya block 52), 11 ekor sukhoi su30 dan 5 su27. Total ada 50 jet fighter. Jika akhirnya deal, 18 ekor Jas Gripen NG sudah bisa parkir pada akhir 2016 tanpa terdeteksi keberadaanya.

Baca Juga:   Ini Paket Jet Temput Typhoon yang Ditawarkan Eurofighter ke Indonesia

image

Di Laut, TNI unggul segalanya dari Malaysia.

image

Jika hasil MEF 1 (Minimum Essential Force/Daya Deteren Minimal) sudah sedemikian dahsyat, bagaimana bila MEF 2 selesai tahun 2022? TNI akan kembali jadi salah satu macan di Asia.

Tapi entah kenapa kok masih ragu dengan komitmen Jokowi untuk meneruskan program MEF ini.  Karena secara eksplisit Jokowi sudah menyatakan akan melanjutkan MEF dengan syarat pertumbuhan ekonomi di atas angka 7. Syarat pertumbuhan ekonomi 7% itulah yang berat.

image

roda2blog di sosial media

30 Komentar

  1. Secara teori, harus ny memang menang, pengalaman, lihat tuh malaysia mengatasi suku sulu di sabah, medannya kan gampang banget, coba lihat meda tempur di tanah air, apalagi TNI vs PDRM, trus diajak gerilya, kan jauh.
    Jadi optimis saja, kekuatan alutsista yang bagus tanpa tentara yang pnya nyali ya sama aj.
    Bravo TNI

    http://www.indomesin.co.id

  2. Wahh keren bgttt… bangga ama Indonesia ! Tapi pertanyaannya kok pulau2 qt byk direbut negara tetangga, kekayaan alam byk dirampok, dibiarkan aja? Kan TNI merupakan suatu benteng keamanan negara kita. Kenapa g kita gunain TNI untuk melindungi kekayaan alam kita? Menurut ku harusnya negara2 lain takut n gemeter donk buat mengambil kekayaan kita?

  3. salut…menambah wibawa kita dimata dunia..khususnya malaysia jangan sekali kali berbuat yang nggak nggak thd kedaulatan NKRI..

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kenapa Militer Indonesia ditakuti: Karena punya pasukan Para Komando Terbesar ke-4 di Dunia | roda dua blog
  2. Kemampuan Denjaka TNI AL Lebih Unggul di Arena Latihan Internasional | roda dua blog
  3. Setelah Latgab 2014 dan HUT TNI 69, Masihkah Malaysia Berani Lancang Pada Indonesia | smpnsatappsg4
  4. Off Air: Kisah Kehebatan Denjaka Dibalik Temuan Puing Air Asia setelah Mengapung di Lautan Selama 18jam | roda dua blog

Tinggalkan Balasan