Rudal R-Han 122 siap tambah kekuatan MLRS TNI

Perang di masa mendatang akan didominasi penggunaan MLRS (Multiple Launch Rocket System). Si peluncur roket atau peluru kendali (rudal) ini memang menakutkan. Selain mampu menjangkau sasaran dalam radius yang lebih jauh, juga karena keakuratan tembak yang dapat dipandu.

Dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, kekuatan MLRS Indonesia masih sangat minim. Malaysia sudah mengoperasikan 36 MLRS Altross II buatan Brazil dengan kaliber 300mm (ss-80). Indonesia walaupun juga sudah memesan tipe yang sama dengan jumlah sama 36 juga, tapi baru datang 13 buah dengan kaliber yang lebih kecil 127mm (ss-30).

Setahun setelah ujicoba rudal yang dipublikasikan pada publik, september 2013. Beragam peluru kendali buatan dalam negeri telah siap diproduksi. Yang pertama kali diproduksi adalah RHan-122 dengan kaliber 122mm yang mampu menembak sasaran sejauh 20KM. R-han diutamakan untuk program 1000 roket yang ditanam pada kapal tempur, sedangkan untuk tipe darat MLRS yang diangkut truk hanya dibuat 10 dibesut oleh Pindad.

Sukses dengan rudal jarak pendek Rhan122, Konsorsium Roket Nasional yang dipimpin oleh PT.DI semakin intens untuk membuat roket jarak menengah-jauh yang juga sudah diujicoba.

sket roket lapan

roda2blog di sosial media

5 Komentar

  1. Setau saya Rudal kependekan dari ‘Peluru Kendali’, yaitu roket militer yg punya sistem kendali elektronik utk mencari target, contohnya Exocet, Apa roket Rhan 122 ada sistem pengendalinya? Kok, di sebut rudal, min?

  2. Roket itu belum diisi peledak, hanya pendorongnya saja. Rudal itu roket yg sudah ada peledaknya. Rudal yg bisa dikendalikan, namanya peluru kendali/ rudal kendali. Rudal yg tdk bisa dikendalikan, namanya rudal balistik. Pengertian rudal sekarang sudah bias, dimana awalnya hanya utk peluru yg terkendali (peluru kendali/ rudal). namun belakangan rudal juga disebutkan juga untuk semua roket yg berpeledak baik yg punya kendali yg disebut Rudal kendali/ Peluru Kendali atau juga untuk roket berpeledak yg gak bisa dikendalikan atau disebut Rudal balistik.

1 Trackback / Pingback

  1. Tabrakan lagi sob, Banyak yang alpa bahwa naik sepeda motor itu berbahaya dan Aspal itu Keras | roda dua blog

Tinggalkan Balasan