Yuuk Hadir di Festival Glang-Glang, Pemecahan Rekor MURI untuk Pelestarian Sejarah Madiun

festival glangglang

Saat pemerintah tidak menaruh perhatian pada sejarah daerahnya, para pecinta sejarah di Madiun secara swadaya melalui LSM Kompas Madya Historia van Madioen menggerakkan minat masyarakat dalam memelihara sejarah daerahnya.

Sebuah Festival yang bertempat di desa Ngurawan, Kec. Dolopo, Kab. Madiun ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan untuk menjaga peninggalan Sejarah di Madiun. Di desa Ngurawan ini dulu masih tersisa reruntuhan Istana Glang-glang tempat bertahta Prabu Jayakatwang. Sayangnya reruntuhan tersebut sekarang sudah hampir tak berbekas lagi.

Monggoo bagi sobat peminat sejarah untuk datang langsung ke desa Ngurawan, Dolopo, Madiun. untuk berpatisipasi dalam acara pemecahan rekor MURI. Oleh panitia disediakan tempat menginap bagi peserta dari luar kota.

Baca Juga:   Sopir Mobil Penabrak Polisi Di Bandung Ternyata Mahasiswa S2

glangglang

Madiun dulu adalah pusat kerajaan Gelang gelang yang dipimpin oleh Raja Jayakatwang. Dialah yang menghancurkan Raja Kartanegara dari Singhasari, lalu membangkitkan kerajaan Kediri yang dihancurkan oleh Kertanegara.

Jayakatwang adalah raja welas asih yang bijaksana, dia menyerbu Singhasari karena mengklaim sebagai ahli waris yang sah dari kekuasaan Kediri. Karena leluhurnya adalah Raja Kertajaya yang memerintah Kediri yang diserbu oleh Ken Arok dan menjadikan Kediri bawahan Singhasari.

Setelah menaklukan Singhasari, Jayakatwang memberi pengampunan pada putra Kertanegara bernama Raden Wijaya dengan memberinya wilayah otonomi di Hutan Tarik. Sebagaimana diketahui, Raden Wijaya kemudian  memanfaatkan pasukan Mongol yang sebenarnya datang untuk menghukum Kertanegara ayahnya. Tapi kemudian dimanfaatkan untuk menggempur Jayakatwang dan mendirikan Majapahit.

jayakatwangJayakatwang juga yang pertama menggunakan panji merah putih

 

Baca Juga:   Puluhan Pecinta Honda PCX Tampil Berkelas dalam PCX Scooter Ride Yogyakarta

Sasaran lokasi juga sangat mudah dituju sob. Yaitu di tepi jalan raya Madiun-Ponorogo. 2KM setelah pasar Dolopo bila dari arah Madiun ke selatan. Atau 5KM setelah pasar mlilir bila dari arah Ponorogo ke utara menuju Madiun. Berikut sasaran peta google maps, yg bertanda merah.
image

Jika sudah dekat sasaran tanya saja, keywordnya MI thoriqul Huda Ngrawan.

Tinggalkan Balasan