Awas, Jalan Raya Sarangan Hanya berkekuatan di Bawah 4 Ton

Myer .... My Mio Red

Bagi masyarakat yang akan berwisata atau melintas di jalur jalan Provinsi Jatim mulai dari Dusun Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sampai Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan harap berhati hati, terutama masyarakat yang menggunakan kendaraan bus atau truk dengan tonase diatas 4 ton. Karena kelas jalan dijalur itu hanya kuat menahan beban maksimum 4 ton atau kelas jalan 3C.

Meski jalan sepanjang kurang lebih 2 klometer yang berada dilereng Gunung Lawu ini sudah dilebarkan, karena pembangunan jalan tembus, yang hingga berakhirnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jalan itu belum pernah mendapat izin, karena pembangunan jalan tembus ini dianggap melanggar kawasan hutan pelestarian dan perlindungan atau Konservasi (Landfill). 1Otomatis, belum adanya izin jalan tembus itu, kelas jalan Ngerong – Sarangan masih kelas 3C

Sekitar tahun 1997, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan secara tegas tidak membolehkan kendaraan di atas 4 ton melintas di jalan provinsi mulai jalur jalan Ngerong sampai Sarangan. Karena itu Pemkab Magetan membangun sub terminal di Ngerong. Bagi masyarakat yang akan berwisata ke Sarangan atau melintas menuju Jawa Tengah, bisa berganti angkutan umum sejenis mobil station yang bobot kendaraan total di bawah 4 ton.

Namun setelah jalan tembus di resmikan sekitar tahun 2007 lalu, kendaraan besar dengan tonase diatas 20 ton dibolehkan melintas di jalan lereng gunung di atas jurang berkedalaman lebih dari 25 meter ini.

Baca Juga:   Oknum Suporter PSIM Jogja Ngamuk di Kediri, Puluhan Karburator dan Shockbreker Motor Dicuri

Dibolehkan kendaraan tonase besar naik, menjadikan sub terminal Ngerong yang dibangun menghabiskan anggaran daerah miliaran rupiah itu kemudian  dibiarkan mangkrak dan rusak.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Magetan AKP Sudarhanto membenarkan kelas jalur jalan provinsi mulai Ngerong – Sarangan hingga kini masih kelas 3C, atau kekuatan jalan maksimum 4 ton.

“Benar, kelas jalan di jalur itu (Ngerong – Sarangan) hingga kini masih kelas 3C. Tapi bagaimana lagi, polisi tidak punya kewenangan, itu kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) dan polisi hanya memonitor disiplin masyarakat mematuhi rambu – rambu yang di pasang Dishub provinsi atau daerah,”kata Kasat Lantas AKP Sudarhanto¬† lewat telepon selulernya kepada Surya, Minggu (23/11/2014).

AKP Sudarhanto mengatakan  Satuan Lalu Lintas Polres Magetan bekerjasama dengan Polres Karanganyar menertibkan kendaraan yang melintas di perbatasan Dusun Singolangu, Kelurahan Sarangan, Jawa Timur dan wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang melebihan tonase.

“Kabupaten Karanganyar memasang jembatan timbang di jalur jalan itu. Artinya kendaraan dengan tonase di atas kelas jalan itu diminta kembali atau disambung dengan kendaraan kecil yang memiliki bobot total di bawah 4 ton,”ujar AKP Sudarhanto.

Tapi AKP Sudarhanto tidak tahu pertimbangan Dishub Provinsi Jatim, membebaskan tonase kendaraan yang melintas dijalur jalan kelas 3C itu.

“Kalau dipasang jembatan timbang berarti kendaraan yang melintas harus sesuai dengan beban maksimum jalan. Tapi dari arah Timur, Provinsi Jatim membebaskan, ini kan kontroversi,”ujar perwira dari Polda Jatim ini.

Baca Juga:   Jadwal Piala Dunia Hari Ini, 18 Juni 2014

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan Subroto juga mengakui, kelas jalan provinsi Ngerong – Sarangan itu masih kelas 3C.

“Betul, kelas jalan Ngerong – Sarangan kelas 3C. Kalau soal rambu-rambu dan larangan, itu kewenangan Dishub Provinsi. Meski begitu, pemasangan rambu rambu itu usulan dari Dishub Magetan,”kata Subroto yang dikonfirmasi Surya, lewat telepon seluler Minggu (23/11/2014).

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umun (UPT DPU) Bina Marga Provinsi Jatim di Magetan Suwaji mengaku tidak tahu siapa yang membebaskan batas tonase kendaraan yang melintas di Jalan Provinsi Ngerong – Sarangan itu.

“Kewenangan kita hanya tekait jalan, soal rambu dan siapa yang mengizinkan kendaraan dengan tonase besar melintas di jalan kelas 3C itu, tentunya bukan kita,”kata Suwaji kepada Surya.

Seingat Suwaji, pembebasa batas tonase itu setelah jalan tembus jadi dan DPU Bina Marga melebarkan jalan, batas tonase kendaraan yang melintas di jalan provinsi Ngerong – Sarangan tidak diberlakukan.

“Setelah pelebaran jalan itu, batas tonase kendaraan yang melintas tidak dibatasi. Kembali lagi siapa yang membebaskan saya tidak tahu,”tandas Suwaji . (sumber: Surya Online)

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan