Aksi Dapur Umum TNI selalu dinanti ketika bencana tiba

dapur umum tni

Bencana adalah rahasia Tuhan sang penguasa alam, tahun 2005 saya sendiri merasakan bagaimana dahsyatnya bencana gempa di Jogja. Waktu itu saya bermukim di RT52, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Daerah yang cukup parah terkena gempa, sampai kampus STIE Kerjasama yang berdiri megah di Jalan Parangtritis luluh lantak.

Saat bencana tiba, semua roda ekonomi lumpuh. Hari pertama gempa yang mengguncang pukul 6 pagi itu, selama satu hari itu saya cuma makan jam 6 sore di dapur umum 😥 itupun karena kesigapan Pak RT yang menyuruh para pemuda yang masih segar bugar untuk membuka dapur umum.

Setiap rumah diminta bahan makanan berupa beras, bumbu dapur, minyak goreng dan lain-lain. Untuk lauk pauknya, Pak RT menyuruh nangkap ayam-ayam yang berkeliaran di RT dengan janji Insya Allah akan diganti setelah gempa. Setelah semua siap kaum ibu dan remaja putri memasak di dapur umum. Selama 2 hari di dapur umum itulah kami makan, tapi sehari cuma 2 kali. 🙁

Baru di hari ketiga ada dapur umum dari TNI selama 1 minggu dengan makan 3 kali sehari. Kondisi Jogja sendiri baru mulai pulih menggeliat setelah hari ketujuh. Ada yang usil juga sob, saat itu banyak kampus yang libur karena libur semester, dan mahasiswa juga banyak pulang kampung. ehhh setelah tahu ada makan gratis malah balik ke Jogja. :mrgreen: di rumah lagi bokek katanya, siapa tahu dapat bantuan.

Baca Juga:   Meet & Greet, Marquez dan Pedrosa Akan Test CBR250RR di Sentul

Aksi dapur umum TNI memang sangat vital dalam situasi gempa. Termasuk juga di bencana tanah longsor yang menimpa saudara kita di Banjarnegara. Prajurit TNI selain membantu evakuasi di garis depan, juga memasak di dapur untuk keperluan makan seluruh korban dan  sukarelawan.

Pekerjaan di dapur ini jangan dikira ringan, karena tipikal orang  Indonesia yang harus makan nasi 3 kali sehari, sedang nasi putih sendiri harus didampingi sayuran yang jika dibungkus terlalu lama akan menyebabkan Nasi basi. Walhasil untuk menjaga makanan layak disajikan, para prajurit harus masak sayur dan lauk pauk pendamping nasi 3 kali dan 3 macam sehari. Soal rasa? enggak kalah kok dengan nasi di RM padang.

Baca Juga:   Sempat Kejar-kejaran, Polisi Berhasil Tangkap Maling Bus Sumber Jaya

Beda dengan orang Amerika Selatan, yang cukup makan kacang merah saja sudah cukup. :mrgreen: Orang Indonesia dikasih nasi putih doang ya cuma melet-melet.

Salut untuk para prajurit TNI yang siap beraksi di manapun.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

Tinggalkan Balasan