Fakta dan Statistik Kecelakaan Pengendara Motor ini sangat mengerikan

Seiring dengan kampanye “Dekade Keselamatan Berkendara” yang dicanangkan oleh Pemerintah dan Kepolisian sebagai pemangku kebijakan, bila melihat data statistik tahun 2013 ini jumlah pengendara sepeda motor memang sangat riskan dengan kecelakaan.

 

  • Jumlah kecelakaan dalam setiap perjalanan 100 Juta Mil sebanyak 35 kecelakaan,
  • Persentase Kecelakaan yang disebabkan “Kecepatan” sebesar 50%
  • Banyaknya Kecelakaan yang disebabkan oleh “Alkohol” adalah 1 kejadian berbanding 3kejadian
  • Persentase Kecelakaan yang disebabkan “Tidak Memiliki SIM”sebesar 40%
  • Persentase Kecelakaan yang mengakibatkan “cedera atau luka berat” sebesar 80%
  • Persentase Kecelakaan yang mengakibatkan “pengendara dan penumpangnya meninggal” 90%

Dari data diatas bisa dilihat bahwa kemungkinan terjadinya kecelakaan semakin rentan, maka tidak mengherankan bila dalam sehari korban jiwa meninggal dunia rata-rata 60 pengendara.
Adapun bila dirinci lebih dalam tentang korban luka pada pengendara sepeda motor:

  • Pengendara tidak mengenakan Alat Pelindung Diri saat berkendara. Helm, Jaket kulit/dengan protektor, sepatu untuk alas kaki dan sarung tangan adalah alat pelindung diri standar saat berkendara
    Pengendara yang menggunakan helm “full-face” memiliki resiko yang rendah terhadap kerusakan kepala seperti wajah dan otak.
  • Sendi mudah patah dalam sebuah kecelakaan, terutama bahu dan panggul.
  • Kerusakan kulit dan otot akibat ruam jalan adalah yang paling umum terjadi di antara pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan pakaian yang tepat, seperti jaket kulit, jaket berprotektor dan sepatu untuk alas kaki.
  • Kerusakan saraf yang menyebabkan parlysis pada lengan pengendara.
  • Usia Produktif dan Pelajar/Mahasiswa menjadi mayoritas yang terlibat dalam kecelakaan sepeda motor.
  • Tabrakan Sepeda Motor Disebabkan:

    1. 1/4 berbenturan dengan objek tetap
    2. 3/4 bertabrakan dengan kendaraan lain
    3. Pengendara dibawah 40 tahun memiliki 36x resiko meninggal lebih tinggi
    4. Pengendara diatas 40 tahun memiliki 20x resiko meninggal lebih tinggi
    5. Pengendara usia anak memiliki resiko cacat tetap 50x lebih tinggi
Baca Juga:   Hasil Dyno Suzuki GSX-R150 Powernya Cuma 15.7HP Beda Tipis Dengan Honda CBR150R

Naghh sobat, setelah melihat data diatas sebaiknya semakin hati-hati dan waspada dalam berkendara. Terutama, lindungi masa depan anak-anak dari cacat permanen karena kecelakaan sepeda motor.

wpid-wpid-img_20141205_235156.jpg

sumber: dirlantas polri

 

 

 

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan