Ahok siap beri Insentif Guru Ngaji di DKI Rp 1,5 Juta/Bulan mulai Tahun Depan

guru ngaji

Kesejahteraan guru ngaji di wilayah Jakarta perlu mendapat perhatian, minimal mereka diberikan insentif setara dengan Ketua RT atau RW sebesar Rp 1,5 juta.

Selama ini guru ngaji hanya mendapatkan insentif Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu perbulan. Tentu dengan melihat jumlah tersebut tidak sebanding dengan pengorbanannya dalam memberikan ilmu agama kepada masyarakat.

Menyikapi hal tersebut Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Bambang Sugiyono mengakui jika Pemprov DKI selama ini belum menganggarkan intensif bagi para guru mengaji layaknya pengurus RT dan RW.

“Prinsipnya Pak Gubernur ingin membalas budi kepada guru mengaji. Memang guru mengaji belum mendapat intensif. Jadi, ke depan bisa dilakukan,” ungkap Bambang kepada wartawan, Kamis (25/12/2014) seperti dilansir tribunnews.com

Baca Juga:   Ilusi Teknologi "Stealth" untuk menandingi kemampuan manuver pesawat Sovyet

Tentu sebelum insentif guru ngaji dianggarkan terlebih dahulu harus melalui kajian bersama dewan masjid. Hal tersebut penting dalam rangka menentukan kriteria guru ngaji yang layak mendapatkan insentif bulanan.

“Intensif guru mengaji bisa dianggarkan, tapi dikaji dulu. Nanti ada masukan dari dewan masjid terkait guru mengaji mana yang dapat bantuan. Apakah perorangan atau lembaga,” ucapnya.

Belum bisa dipastikan insentif guru ngaji setara dengan insentif ketua RT/RW nantinya. Apalagi jumlah guru ngaji di ibu kota belum diketahui banyaknya sehingga besaran insentif belum bisa dihitung.

‎”‎Jumlah besaran intensifnya perlu koordinasi sama MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan lembaga Islam lainnya. Dari situ dianalisa guru mengaji mana yang patut diberi bantuan. Kalau kita pasti setuju berikan stimulus,” jelasnya.

Baca Juga:   Baru 2 Hari Suzuki GSX-R Udah Dijual Pemiliknya

Luar biasa pak Ahok ini, terus gubernur-gubernur sebelum Ahok yang mengaku Islam itu dulu apa gak bisa ngaji sehingga tidak menghargai guru Ngaji. Atau jangan-jangan malah gak pernah ke Masjid jadi enggak sempat terpikir untuk memberi umrah gratis pada Marbot?

ahok

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Di jakarta,,,tmpat tinggal saya khususnya sangat memprihatinkan,,,bnyak anak sudah smp belum bisa baca qur’an,belum hafal bacaan sholat,pdhl bapak-ibunya islam,,,pdhal zaman saya kecil,kelas 4 belum bisa baca qur’an malunya bukan main…semoga dengan di beri insentive spt ini,bisa mnjadi stimulus untuk mengembalikan anak2&remaja ke masjid,krn guru ngajinya skr pnya penghasilan tetap….btw tradisi tsb sudah lama pak ahok terapkan sejak msh jd bupati di belitung timur,dan di lanjutkan smp skr oleh adiknya bupati belitung yg skr.Bedanya dulu para marbot di berangkatkan haji,krn skr naik haji antriannya lama,takut keburu meninggal marbotnya,lebih baik di umrahkan saja

Tinggalkan Balasan