Simpang Lima Gumul Kediri, Megah Tapi Kualitas Relief Memalukan

Pagi ini setelah solat subuh saya menikmati riding morning di kota Kediri, masih dalam rangka konferensi tahunan Jatimotoblog.

Kesan pertama pada kota ini, kualitas aspalnya jelek, tambal sulam sana sini. Kedua, makananya enak-enak. Ehh ada sate 05

Awalnya saya kira bila simpang lima gumul terletak di tengah kota. Ternyata cukup jauh juga dari kota, sekitar 20 menitan dari hotel Bismo di alun-alun, tempat kami menginap.

Kesan pertama, cukup megah seperti apa itu yang ada di kota Paris Prancis. Berhubung cuaca gerimis tipis suasana rerlihay sepi. Mungkin bila cerah pasti ramai.

Dari dekat bangunan megah ini terlihat hambar bagi saya peminat sejarah. Hanya sebuah bangunan tinggi besar tapi tanpa nilai artistik dan historis sama sekali.

Baca Juga:   Usia Tua, Bikin SIM Harus Lolos Tes Psikologi

Terutama kualitas relief,  sungguh sangat memalukan. Di bumi kediri ini pernah ada dan masih ada para seniman pemahat-pemahat ulung. Bila masih kurang masih ada di Mojokerto.  Mereka adalah pewaris seni dari zaman majapahit dan kediri. Bila kurang banyak masih ada dari daerah lain seperti Bali, Magelang,  Jogja dll.

Salah satu relief yang paling enggak banget.

image

Bahkan patung Ganesha yang terdapat di tiap sudut juga minim pahatan seni.

image

Walhasil, bangunan megah ini sama sekali tak bercirikan arsitektur jawa. Tapi meski begitu sangat bagus maskot kota dan ruang terbuka bagi warga bersantai. 

image

Noted: Bila dari kota Kediri jangan minta panduan Google maps, pasti gak akan sampai tujuan.

Baca Juga:   SBSS: Air Mata Umar bin Khattab

image

Lokasi SLG yg asli adalah yang dilingkari sedang yg ditunjukkan peta Gmaps adalah gang gumul. Wedhuss nan.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan