Bhakti Sosial ke Kampung Kasih Sayang Ponorogo, Mengharukan

Kp idiot8

Dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi serta mengisi liburan awal tahun, Ahad kemaren Remaja Karang Taruna desa saya mengadakan Bhakti Sosial di Kampung Idiot Ponorogo. Biasanya kami mengadakan pengajian umum yang biasanya menghabiskan dana 8-10 juta dari iuran masyarakat. Tapi tahun ini para pemuda-pemudi ingin berbuat sesuatu yang berbeda, malam tahun baru mereka keliling kampung mengumpulkan sumbangan dari warga, baik dana, sembako, bingkisan, pakaian layak jadi semua ditampung. Lalu di sortir kemudian dibungkus menjadi paket.

Sselanjutnya kita sebut Kampung Kasih Sayang sob 😉 Kami memilih lokasi di Desa Krebet dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Jambon, Ponorogo. Kenapa saya sebut Kampung Kasih Sayang?

Dengan keterbatasan ekonomi dan beberapa juga usia. Dari rumah ke rumah yang kami datangi, dari pintu ke pintu yang kami ketuk. Saat mereka membuka pintu, hati kamilah yang sebenarnya terbuka, mereka mengajari kami tentang arti cinta sebenarnya. Penduduk di kampung ini masih setia dan penuh kasih sayang merawat anggota keluarga yang “tidak beruntung sejak lahir”

Baca Juga:   Yamaha LEXAM benar-benar serius....

Nilai bingkisan yang kami tak sebanding dengan kedermawanan hati mereka yang menerima. Seumur hidupnya mereka setia memberi dan berbagi segalanya kepada anggota keluarga yang tidak beruntung. Padahal mereka faham, anggota keluarga yang idiot itu tak akan bisa merawat mereka bila nanti membutuhkan di ujung usia senja.

kp idiot15

Sebuah cinta kasih yang luar biasa.

Salah satunya contohnya Mbah Tukinem yang akrab disapa Mbah Nem, rumah nenek usia senja ini berada di kaki gunung. 800 meter dari dusun terdekat. Hanya ada jalan setapak yang bisa dilalui dengan sepeda motor bila nekad yang bisa menjangkaunya. Di tempat tersebut hanya ada dua rumah, rumah Mbah Nem dan Kakaknya yang ketika kami datangi kosong karena ditinggal ke ladang.

Di usia senja Mbah Nem tinggal bersama anak lelakinya yang terbelakang dan seorang cucu yang masih duduk di kelas 6SD. Suaminya sudah lama meninggal. Saya tidak menanyakan silsilah cucu beliau.

Baca Juga:   KIA Carens, Mobil MPV terbaik di Uji Tabrak Eropa

Rumah Mbah Nem sangat memprihatinkan. Dinding dari anyaman bambu sudah banyak yang berlubang, bahkan lubang di bagian belakang hanya ditutupi kain spanduk. Tak ada perabotan rumah tangga seperti meja, rumah sederhana itu hanya punya tiga ruang, ruang depan, kamar dan dapur.kp idiot 18

Dengan keramahanya beliau masih menyuruh saya untuk tinggal sejenak untuk dibuatkan kopi, tapi saya tolak. Dahaga kami sudah luruh. Ketulusan cintanya, kasih sayang dan kesabaranya dalam merawat dan menjalani segala getir kehidupan ini telah memenuhi lorong hati kami yang masih dangkal akan makna cinta.

Tahun depan kami ingin datang lagi, berbagi kasih sayang di sini.Kp idiot14Paket bingkisan dari Desa Sidorejo – Kebonsari – Madiun

Lanjutan artikel ini:
Perjuangan menuju rumah Mbah Tukinem di Lereng Gunung

roda2blog di sosial media

11 Komentar

  1. Mohon maaf sebelumnya, diharap untuk tidak menggunakan istilah “kampung idi*t” untuk daerah dimaksud diatas. Cobalah menggunakan kata lain yang mungkin dapat memberi wawasan baru kepada para pembaca. (ini pesan dari pemuda sekitar)

    terima kasih atas perhatiannya.

  2. gan, mau nanya itu yang foto diatas ada pak jaenuri ya selaku pimpinan rumah kasih sayang, apakah anda punya contack personnya ? saya pernah ke RKS tetapi cp bapak jaenuri hilang, boleh minta Contack personnya ?

Tinggalkan Balasan