Perjuangan menuju rumah Mbah Tukinem di Lereng Gunung dan Kisah Seorang Dermawan

kp idiot17

Masih dalam rangka berbagi kasih di awal tahun dan hari Maulid Nabi. Sesampainya kami di ujung desa Sidoharjo, sang penunjuk jalan memberi tahu kami bahwa masih ada dua Kepala Keluarga di atas gunung, jaraknya kurang lebih 1 KM. Beliau memberi kami saran agar bantuan untuk 2 KK itu dititipkan di warga saja, biar nanti dibawa oleh warga lainya yang mau ke ladang di lereng gunung.

Bukanya tidak percaya, tapi kok rasanya kurang afdhol. Saya pun menawarkan diri untuk mengantarkanya pake sepeda motor, oke setelah diisi saya pun berangkat. Jalurnya Edyann tenann

Kp idiot6

Awalnya mau putar balik, tapi putar dimana? Bismillah lanjut gass teruss.

Baca Juga:   Polisi Baik Hati, Walau Gak Pake Helm Tetap Dibonceng

Setelah melalui jalan setapak di lereng gunung ini sejauh 500 meter, rumah tujuan saya temukan. Ternyata masih ada sinyal hape, lalu saya info kan bahwa ternyata jaraknya enggak jauh kok dan minta dibawakan paket lagi bila masih ada sisa. Lalu menyusul kemudian rombongan jalan kaki membawa 4 paket bantuan.

Saat tiba dirumahnya setelah mengenalkan diri serta maksud tujuan saya, Mbah Nem menanyakan kabar Bu Yuyun. Waduh sopo iki, ra kenal je?

Bu Yuyun ini seorang dermawan asal Kota Madiun, beliau biasa datang 1-2 bulan sekali bersama rombongan keluarga ada suami dan anaknya ke sini. Untuk memantau keadaan beliau dan keluarganya, Bu Yuyun memberi sebuah hape untuk cucunya agar memudahkan komunikasi, pernah juga beliau dan cucunya diajak jalan-jalan ke kota. Luarrr biassaaa

Baca Juga:   Yamaha Fino disuntikk, blarrrr Honda ngluncurin Scoopy-125i

DSCF2490

Alam di sekitar rumah Mbah Nem ini masih sangat hijau freshh, di sebelah rumahnya terdapat mata air yang tak pernah kering. Lalu ada sungai kecil yang terus mengalir jernih. Cocok jika berniat untuk memberi sumbangan sosial sekaligus refreshing. Kapan-kapan saya akan bawa keluarga saya ke sini, jelajah alam sekaligus belajar tentang kehidupan.

Berikut foto-foto alam di sekitar rumah Mbah Nem

 

roda2blog di sosial media

1 Trackback / Pingback

  1. Berkunjung ke Kampung Idiot Ponorogo, Mengharukan | roda dua blog

Tinggalkan Balasan