Era Jokowi, Peringkat Kekuatan Militer Indonesia Anjlok dari 15 ke 19 Dunia

rangking terbaru GFP

Pergantian Presiden membawa perubahan kebijakan pertahanan Indonesia. Tidak jelasnya program MEF bagian kedua dalam rencana Kebijakan Presiden Jokowi membawa efek pada penurunan drastis peringkat kekuatan Militer Indonesia. Terutama pembentukan BAKAMLA (Badan Keamanan Laut) yang malah mereduksi kekuatan kapal tempur TNI AL. 😈

Global Fire Power, situs yang selama ini memberikan penilaiakan kekuatan militer sebuah negara pada sumber daya alam, sumber daya manusia, luas teritori, anggaran militer dan inventori Arsenal, tanpa melibatkan senjata nuklir. Saat ini menempatkan Indonesia pada peringkat 19, padahal tahun lalu di peringkat 15 (2013). Indonesia disalip Jepang, Taiwan, Kanada, dan Polandia.

Kendati anjlok TNI tetap memiliki kekuatan terbesar di kawasan, terutama bila dibandingkan tetangga dari Asia Tenggara. Kekuatan Indonesia pun masih setingkat di atas Australia.

Baca Juga:   Untungnya Pakde Karwo, Bukan Ganjar Pranowo

Merujuk keterangan Power Index versi situs Global Fire Power, penurunan ini lebih disebabkan karena belanja pertahanan yang kalah agresif dibanding beberapa negara lainnya.

Tahun 2014 pemerintahan SBY memang memilih mengalihkan anggaran pertahanan untuk menutup biaya Subsidi BBM yang membengkak karena harga minyak dunia sempat menembus level $130/barrel.

Pada 2015 di era Pemerintahan Jokowi yang seharusnya banjirr duit karena subsidi BBM dihapuskan. TNI hanya kebagian jatah 96Trilliun dengan pembagian 68% untuk gaji dan hanya 32% untuk belanja alutsista. Total APBN 2015 mencapai 2000Trilliun dan ada duit nganggur dari penghapusan subsidi BBM sebesar 330Trilliun dalam APBN-P yang diajukan Jokowi.

Tapi? naga-naganya kemana perginya uang 330Trilliun hasil pendapatan dari penghapusan subsidi BBM? bocor? mana mungkin kan duit kita banyak kata Jokowi saat kampanye. :mrgreen:

Baca Juga:   Recommended: TAS MOTOR KB

Pasti ada yang komen, GFP kok dipercaya? Lha dalahhh lha terus harus percaya sama siap? percaya sama Jokowi lagi? ogahhh :mrgreen:

 

roda2blog di sosial media

18 Komentar

  1. Coba pikir yg bener. Kesalahan ini rasanya “belum” jadi dosa Jokowi. Yg pasti ini jelas dosa SBY. Dosa JKW baru keliatan nantai setelah setahun..

  2. Semoga harapan saya di era jokowi ini menjadi pelajaran untuk pemimpin lainnya. Mengevaluasi yg kurang menjadi dicukupkan dibaikkan. Era jokowi juga udah lumayan bagus. Maju TNI cita-cita gue bro jadi TNI AU wkwk..

  3. Maaaf itu bukan prestasi Jokowi tapi hasil kerja keras SBY, cuma kebetulan presidennya sdh Jokowi. Untuk bidang alutsista belum ada jasa Jokowi.

Tinggalkan Balasan