Video Asli Gus Nuril vs Habib Ali Assegaf, lagi-lagi media memelintir fakta untuk memecah belah umat

Maaf out of topic dulu sobat, ini penting karena sedang ramai berseliweran di Facebook. Saat ini sedang heboh berita tentang Habib Ali Assegaf yang (katanya) mengusir Gus Nuril turun dari panggung.

Bahkan media NU sendiri ikut terpancing dengan membuat klarifikasi yang sayangnya tidak berdasarkan fakta dan akhirnya malah memperkeruh berita palsu tersebut.

Setelah kasus Azzikra, sepertinya tetap ada grand design untuk memecah belah umat dengan berita palsu.

Ini intisari ceramah Gus Nuril:
1. Beliau memperkenalkan diri lalu lebih memilih term mauidzoh hasanah daripada tausyiah, karena tausyiah milik PKS.
2. Lalu menjelaskan tentang sejarah Wahabi, termasuk kekejaman Wahabi dalam menyembelih para Habib dan menyuruh jamaah untuk bersyukur karena di Indonesia banyak para Habib keturunan nabi. Jadi tidak benar bila Gus Nuril menghina para habib.
3. Mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin yang menggunakan monotafsir atas alQur’an dan Hadist, lalu menuduh orang Ikhwan telah membantai Kristen Koptik di Mesir sehingga terjadi kerusuhan di era Mursi. ๐Ÿ™„
4. Menjelaskan tentang kata Jesus, asli kata dan perubahanya ke dalam bahasa Arab, bahwa menyebut nama Jesus sama dengan Isa dan tidak berkaitan dengan keimanan karena hanya beda bahasa saja.
5. Bercerita bahwa berkat permohonan Orang-orang kristen Koptik di Mesir pada Rasulullah untuk membebaskan mesir dari tirani Romawi, orang-orang Islam berhasil menguasai mesir lalu eropa. Lalu orang Rasulullah menikah dengan Maria Qibtiya sebagai hadiah dari Kardinal. Salah besar kalau yang ini :mrgreen: pembebasan Mesir kan di zamanya Umar bin Khattab.

6. Menuduh Jokowi sengaja menciptakan dagelan KPK-Kapolri agar kelompok HTI-PKS-Wahabi bisa leluasa bergerak. ini pengajian agama atau panggung politik ๐Ÿ˜ˆ

7. Mengatakan betapa beruntungnya warga Jakarta memiliki banyak habib sehingga HTI-PKS-Wahabi enggak berani macem-macem. ๐Ÿ˜Ž

Habib Ali lalu menginterupsi Gus Nuril agar mengisi pengajian dengan tema sejarah Nabi Muhammad bukan kritik sana, kritik sini. Ini karena mulai ada teriakan “turunkan pak Kyai”, tapi kemudian massa mulai merengsek ke panggung. Habib Ali juga dengan tegas memerintahkan massa untuk duduk dengan tenang lalu mengambil alih speaker untuk menenangkan jamaah.

Kesimpulanya:
1. Tidak benar Gus Nuril menghina Habib
2. Tidak benar Habib Ali mengusir Gus Nuril, tapi sekedar mengingatkan bahwa ini adalah pengajian maulid bukan politik
3. Tidak benar Habib Ali menganyunkan sorbanya untuk mengusir Gus Nuril, itu hanya angle jepretan kamera yang dipake provoasi. Yang benar sorban tersebut jatuh dari pundak beliau yang lalu dipungutnya. (video menit 28:58 dan 29:18)
3. Tidak benar bila ada provokasi dari massa FPI, kan seharusnya seneng tuh orang FPI dengerin jokowi dikritik :mrgreen:

Ini Videonya:
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=SdwIwnCPJ-c&w=560&h=315]

Kesalahan Fatal Gus Nuril:
1. Mengatakan bahwa “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” adalah hadist nabi2. Tidak benar bila ada kereta api yang menghubungkan China ke Arab Saudi sampai Mekkah.
3. Dalam ceramahnya, lebih banyak mengisahkan perpecahan umat padahal temanya maulid nabi. ๐Ÿ˜ฅ
4. Berbahagialah gubernurnya China tapi masih boleh sholawat, daripada di Mekkah pulangnya disembelih, lalu menceritakan temanya yang disembelih.
5. Mengajak umat untuk membenci wahabi dan ikhwan dengan tuduhan-tuduhan palsu.
6. yang paling kocak mengatakan bahwa HTI adalah perkawinan dari Ikhwan dan Wahabi. :mrgreen:

Ya mungkin Gus Nuril kurang faham tentang peta beragama masyarakat Jakarta yang heterogen dan sebenarnya lebih toleran dibanding masyrakat mana pun di Indonesia. Apapun fahamnya, entah itu wahabi salafi JT NU Muhammadiya sangat menyukai menghadiri majlis seperti pengajian, dan yang hadir kebanyakan adalah kaum muda bukan orang tua seperti di jawa.
Jadi walau tema pengajianya maulid Nabi, ya sangat mungkin di sana juga ada unsur HTI atau PKS yang hadir lalu emosi.

Intinya, tidak benar bahwa Gus Nuril menghina para habib, sebagai orang NU dia pasti tahu bahwa kedudukan habib memiliki tempat yang istimewa di hati nahdliyin, karena tanpa habib musalsal jamaah tarekat akan putus.
Ya hanya saja, wawasan dunia keislaman beliau agak nglantur. :mrgreen:

Semoga kita lebih bijak memilih ulama pengisi pengajian, karena kadang ada muballigh yang hanya bermodal kemampuan pidato tapi ilmunya tidak mumpuni.

 

 

roda2blog di sosial media

13 Komentar

  1. ktanga gus…. gk brmksud mnghina tpi kecetekan ilmu jd kmana2 ya sma sja itu bisa menyesatkan dong!!!!!! mnding diam drpda ngomong menyesatkan, krna pepatah bilang diam itu emas

  2. sebagai penonton dan bukan pendukung gus ataupun habaib (padahal dua duanya satu paham) secara sekilas kok gus nya kelihatan tidak menghargai tuan rumah ya? apalagi isi dakwahnya banyak yang tidak valid malah bertentangan dengan ucapannya tentang melawan kelompok yang akan memecah belah umat islam

  3. Videonya yg beredar kan ga sampe tuntas gan?
    Apa sigus itu diusir atau gimana kan ga ngerti jd nya stlah jeda video tsb, kecuali penulis ada dilokasi, sebaiknya mmg tabayun dg habib ali secara lgsg.
    Tp secara pribadi saya mmg tdk suka dg gus nuril dan gus2 yg byk berseliweran di NU, sbb selain menganggap agama Islam dan kristen itu sama, mereka2 jg lebih dekat dan mesra kpd kafir kristen etc drpd kpd Ummat Islam sendiri.
    Justru mereka2 itulah sebenarnya yg memperpecah belah Ummat Islam, menebar kebencian dan menghasut Ummat utk membenci Ikhwanul Muslimin, FPI, HTI serta PKS yg notabene adlh Muslim terbaik yg mencintai dan menegakkan hukum2 Islam serta giat dlm amar maruf nahi munkar.

    Jd sebenarnya paham spt si gus2 tsb sgt berbahaya bagi Ummat Islam sendiri.

    FirmanNya:
    โ€œKabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang MENGAMBIL orang-orang kafir MENJADI teman-teman penolong dengan MENINGGALKAN orang-orang muโ€™min. Apakah mereka mencari kekuatan di samping orang-orang KAFIR itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.โ€
    (Qs An-Nisa 4:138-139).

Tinggalkan Balasan