Kasak-Kusiknya, F-16 sengaja terbakar demi mengamankan jatah Sukhoi 35

Mungkin hanya kebetulan jika seekor Jet Tempur F-16 yang baru direkondisi ke blok 52 terbakar ketika akan lepas landas. Tapi jika melihat fakta bahwa saat ini, TNI AU sedang harap-harap cemas menanti tanda tangan keputusan Jokowi tentang jet tempur pengganti F-5 Tiger yang sedang tua.

TNI-AU, Kemenhan dan DPR sudah sepakat bahwa pengganti F-5 Tiger adalah Pesawat Generasi ke 5- Sukhoi 35 buatan Rusia hanya tinggal menanti titah Jokowi. Pilihan ini sekaligus mengabaikan paket-paket pesawat lain seperti Rafale, Typhoon dan F-16 blok 60 dari Amerika Serikat.

Beberapa pekan yang lalu, Kongres Amerika telah memberikan approval jika Pemerintahan Obama ingin menjual senjata ke  Indonesia apapun bentuknya beserta paket ekonomi di dalamnya.

Strategi politik luar negeri Indonesia yang “bebas aktif non blok” di tengah kemelut Laut China Selatan jelas membingungkan bagi sang negara adidaya. Indonesia harus bisa dirangkul, dibina dan dilemahkan. Agar tidak menjadi ancaman bagi tambang Freeport dan negara-negara sekutu dekat Amerika seperti Singapura, Australia dan Pilipina.

Jika akhirnya TNI memiliki 1 Skuadron Su-35 yang kekuatanya bahkan mengimbangi F22 Raptor, lalu ditambah dua skuadron baru yang terdiri dari Gripen dan Rafale/Typhoon. Kekuatan udara Indonesia akan sangat menakutkan di ASEAN dan Australia.

Dan yang menakutkan bagi Amerika adalah, mereka akan kehilangan akses “embargo” pada alutsista TNI jika Indonesia sewaktu-waktu menjadi anak nakal. Contoh mungkin, jika sewaktu-waktu pemerintah menasionalisasi Freeport.

Baca Juga:   Naik Bus Harapan Jaya Sekarang Bisa Bawa Motor

Komposisi rudal pada kapal-kapal tempur telah lebih banyak diisi buatan China dan Rusia. Kapal laut juga sudah mulai mandiri dengan ToT dari Korea Selatan. Hadirnya tank Leopard juga disertai ToT walau sebatas Marder.

Praktis hanya pertahanan udara yang menyisakan lowongan bagi Amerika untuk memiliki “akses embargo”. Dan untuk itu mereka tidak rela bila Indonesia memiliki 1 Skuadron Su-35.

Untuk itulah Amerika getol menawarkan paket manis F16 blok 60 terbaru. Disebut manis, karena dalam setiap paket jual beli senjatanya, Amerika selalu menyisipkan bantuan ekonomi.

Lonjakan dollar sampai 13.000 di awal pemerintahan Jokowi ini adalah indikasi tekanan Amerika agar Indonesia lebih memilih F-16 daripada sukhoi. Persis seperti yang terjadi di era 1998 saat pemerintah memutuskan memilih Sukhoi. deja vu!

Beruntung Jokowi juga lumayan pintar, untuk sementara dia tunda dulu soal pesawat. Fokus utama dia saat ini adalah mengurangi defisit belanja APBN dengan menghapus Pos belanja subsidi BBM. Jika sudah berjalan dan sukses, maka akan ruang pos belanja BBM bisa digunakan untuk membeli jet tempur tanpa harus takut ulah Dollar Amerika.

Amerika mencium polah Jokowi ini. Saat beban masyarakat yang naik karena penghapusan subsidi harga BBM, dollar pun ikut diledakkan sebagai tekanan agar Jokowi deal saja dengan F-16. Indikasi-indikasinya, Jokowi sudah mulai pasrah dengan tekanan ini yang dibarengi anjloknya popularitas dia di mata rakyat.

Baca Juga:   Penjualan Motorsport 250cc Turun, Matik 250cc Laris Manis

Lalu kemudian terbakarlah 1 ekor F16 rekondisi blok 52 saat akan lepas landas, insiden ini menjadi semacam ancaman bahwa jika permintaan Sukhoi 35 enggak dipenuhi atau malah diganti F16, sebaiknya dibakar saja. Apanya? entahlah

Note: saat lepas landas, tangki bahan bakar sebuah jet tempur biasanya diisi penuh. Ketika ada kebakaran ya seharus lebih dari sekedar terbakar. :mrgreen:

roda2blog di sosial media

19 Komentar

  1. ojok berasumsi sembarangan, f16 yang terbakar saat take off itu karena masalah tehnical. kalau sengaja dibakar dengan resiko kehilangan pilot terlatih yang harganya tak ternilai jauh lebih mahal daripada pesawatnya adalah kebodohan besar.
    kalau berita dari orang dalam penyebab kebakaran adalah FOD dari aspal pelapisan run way atau taxi way yang terkelupas. jadi tunggu penyelidikan aja.

  2. Beda fungsi mas…
    SU-35 heavy Fighter, F16 medium Fighter.

    SU-35 3 SKA.
    S400 100 Battery.
    Lontong super amur 12 biji.
    buat ngeronda Gripen NG 3 SKA.
    bakalan nggak ada lagi yg berani black flight.
    ekekekekek….

  3. Su 35 pilianku….jangan sampai kejadian, kita di ancam F 18 yang ngawal kapal induk as,waktu nerobos wilayah kita…sedih,kalau ingat..

  4. Wah katro nih penulis nya.., SU-35 itu masih generasi 4.5, yg generasi ke-5 itu Sukhoi T-50 PAKFA (Stealth)… Dan hanya PAKFA yg bisa mengimbangi F-22 Raptor (Stealth), bukan SU-35… untuk selevel Sukhoi SU-35, ya F-15 Strike Eagle Singapore atau F-18 Hornets Australia…

  5. ok mantap… indonesia beli sukhoi tapi hendaknya beli pesawat2 lain…dari eropa dan china, korea
    jadi indonesia dipenuhi beberapa skuadron dari beberapa negara… ibaratnya dari berbagai supplier…. jaga2 kalo salah satu pihak nantinya embargo … kapok dah beli ke amerika …

    skuadron terdiri dari pesawat medium fighter dan heavy fighter…
    sumatera , kalimantan , sulawesi , jawa , irian serta bali-NTT masing2 satu skwadron… minimal..

  6. waddah,, kalau beli pesawat susah2. mending beli rudal S-300 atau S-400 untuk hantam pesawat yg coba nyerobot melanggar wilayah udara. pasang diseluruh sudut wilayah NKRI. Daripada pesawat setiap terbang biayanya mahal, mending rudal S-300/S400 yang standbye ditempat.

Tinggalkan Balasan