Beda Nasib Pengungsi Muslim Rohingya dan Vietnam di Indonesia

image

Saat perang Vietnam berkecamuk, pemerintah Indonesia di bawah presiden Soeharto dengan sukarela menampung warga Vietnam yang melarikan diri dari negaranya dengan perahu.

Dengan melobi UNHCR dan PBB, Presiden Soeharto menampung para manusia perahu asal Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Batam Riau dari tahun 1979-1996. Total ada hampir 250.000 jiwa yang pernah ditampung.

Saat tiba, kondisi para pengungsi itu sama memprihatinkanya dengan para manusia perahu suku Rohingya dari Myanmar. Mereka mendarat di pulauĀ  Natuna, Terempa, pulau Anambas dan sekitarnya lalu direlokasi ke satu di pulau Galang.

Luar biasa sekali kepedulian Orde Baru pada kemanusiaan, rezim yang selama ini selalu dicitrakan sebagai pelanggar HAM ternyata bagai malaikat penolong bagi pengungsi asal Vietnam.

Baca Juga:   Review Alcatel Flash 2 Plus Kualitas Mantab Harga Hemat

Nasib Rohingya, Apa gak sebaiknya ditampung di pulau Galang.

Di orde reformasi ini, krisis kemanusiaan menimpa negara tetangga. Sayangnya, kebijakan politik Indonesia tak lagi “big brother” bagi negara ASEAN lainya.

Panglima TNI Moeldoko telah memerintahkan agar menghalau setiap kapal pengungsi konflik Myanmar yang memasuki Indonesia atas alasan kedaulatan wilayah, walau tetap akan memberikan bantuan perbekalan.

Dimana rasa kemanusiaan para pejabat negeri ini sekarang? Sebenci apapun Soeharto pada faham komunis, dia tetap menerima pengungsi komunis Vietnam dengan sambutan luar biasa.

Saat ini kamp bekas pengungsi Vietnam telah kosong karena mereka telah kembali ke negaranya. Bukankah itu bisa ditempati pengungsi asal Myanmar?

Baca Juga:   Pengguna Yamaha Nmax, Meminta Dilakukan Recall Massal

image

Kita adalah negara beradab, semoga terbuka hati para pejabat seperti halnya Presiden Soeharto.

image

roda2blog di sosial media

5 Komentar

  1. Terus pemerintah Soekarno lebih baik gitu?
    Soekarno memang seperti itu, lebih suka mengurus peristiwa luar negeri seakan ikut menjadi polisi dunia, tapi menelantarkan rakyatnya sendiri.
    Jangan jauh2 ke kasus pengungsi Vietnam, tahun 1965 saja ketika rakyat Indonesia kelaparan Soekarno malah ikut2an mengirim bantuan perang pada Pakistan yang saat itu berperang dengan India, apa maksudnya coba?

    Soekarno dibenci rakyat saat itu, dia diturunkan oleh rakyat karena kemarahan, sama seperti saat rakyat Indonesia menurunkan Soeharto.

  2. rohingya napa ga ke bangladesh yang merupakan asal asli mereka?
    mau dikembalikan kemana nanti mereka sementara myanmar dan negara asli asal mereka sendiri menolak menerima mereka?
    kalau orang vietnam dulu memang warga asli vietnam dan mereka bisa dikembalikan ke negara aslinya nah kalo ini bagaimana?
    toh tujuan aslinya mereka itu adalah aussie

Tinggalkan Balasan