Terorisme Myanmar: Rohingya Arakan Bukan Imigran Asal Bangladesh

Aneh bila ada yang percaya dengan propaganda pemerintah Myanmar bahwa Muslim Rohingya adalah imigran asal Bangladesh. Fakta sejarah, terminologi Rohingya memang baru digunakan oleh pemerintah Myanmar. Suku bangsa Rohingya aslinya adalah etnis Rakhine yang lalu disebut Arakan oleh kolonial Inggris.

Perubahan penyebutan Rohingya dikhususkan bagi orang Rakhine yang beragama Islam, sedang yang menganut agama Budha tetap disebut etnis Rakhine dan diakui kewarganegaraanya. Jadi? sebutan Rohingya adalah akal licik pemerintah Myanmar untuk mengusir dan menguasai wilayah Rakhine-Arakan.

Lalu kenapa mereka mirip dengan orang Bangladesh daripada orang Burma?
Mari lihat dulu peta Provinsi Arakan berikut ini
_1028604_burma2_300map

Provinsi Arakan berbatasan langsung dengan Bangladesh, jadi ya wajar bila mereka memiliki garis kemiripan suku etnis dengan orang Asia Selatan. Ibarat orang Indonesia timur yang mirip dengan anak bangsa Aborigin.

Jika dilihat dari aksara tulisan, orang Arakan lebih dekat dengan etnis Sinhala di Srilanka. Demikian juga dalam hal keyakinan Budha yang menganut faham Budha Theravada. 50-60% etnis Rakhine/Arakan menganut Budha sisanya menganut agama Islam dan diklasifikan sebagai Rohingya bukan lagi sebagai Rakhine dan tidak diakui hak kewarganegaraanya.

Baca Juga:   Ford Kabur dari Indonesia, Mental Bule Penjajah Ya Begini

Jadi aneh bila ada yang bilang, “Orang Myanmar kan kuning seperti China? bukan item keling seperti Banggali?”
Itu seperti aja bilang, “Orang Indonesia kan item-item seperti Aborigin Australia? bukan kuning seperti China”

Etnis Burma adalah Pendatang di Myanmar
Pemerintahan Junta Militer mengganti nama Burma jadi Myanmar untuk menjalin persatuan dan kesatuan nasional, karena Myanmar adalah negara multietnis terbanyak kedua setelah Indonesia

Sejarah Myanmar modern memang banyak diisi konflik internal, dari beberapa suku etnis yang menuntut hak kemerdekan (Film Rambo 4). Yang paling terkenal adalah etnis Karen yang panglima perangnya seorang bocah.

twins2-articleLarge
Htoo bersaudara, dua bocah panglima perang yang menggegerkan dunia tahun 2000-an

Baca Juga:   Apapun Warna Lampunya, Ngebut di Perlintasan Lampu Lalu Lintas adalah Konyol!!!

Etnis Burma mengisi 60% dari populasi Myanmar adalah pendatang asal Tibet yang berimigrasi pada tahun 500-600M. Mereka bermigrasi untuk menyelamatkan keyakinan Budhisme karena mendapat tekanan dari kaum Hindu yang bangkit setelah keruntuhan kerajaan Maurya yang terkenal dengan raja Asoka.

Invasi etnis Burma ke daerah aliran sungai Irrawady ini banyak dijadikan latar belakang cerita rakyat oleh Thailand. Suku bangsa yang lebih dahulu mendiami Myanmar kuno lalu bergeser ke daerah Thailand.

Artikel lainya, tentang etnis kokang yang masih aktif memberontak pada Myanmar

Setelah Provinsi Yunan dibombardir Jet Tempur Myanmar, China Siapkan Serangan Balik Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan