Atas Perintah Presiden, TNI Cari Pengungsi Rohingya di Laut

wpid-fb_img_1431736320267.jpg

Pasukan TNI meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan para imigran yang masih terkatung-katung dalam perahu sempit di tengah laut. Tindakan ini merupakan upaya yang sejalan dengan komitmen Indonesia yang siap menampung 7.000 “manusia perahu” yang masih berada di lautan lepas.

Kapuspen TNI, Fuad Basya menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan para imigran dimulai sejak Sabtu (23/5) pagi. Sebelumnya, TNI dan Kementerian Luar Negeri RI sempat menyatakan tidak mencari para imigran di tengah laut, dan hanya menunggu imigran yang terdampar di Indonesia.

“Sebelumnya perintah untuk kami memang hanya menjaga perbatasan, membantu imigran yang kecelakaan, terapung-apung dan meminta tolong. Namun sejak Jumat malam ada perintah dari Presiden untuk melakukan pencarian,” kata Fuad, pada hari Ahad (24/5).

Baca Juga:   Cara Mudah Mengakali Letak AKI Honda BEAT FI

Pemerintah telah memutuskan bahwa akan menampung pengungsi etnis Rohingya dengan bantuan dana dari UNHCR dan negara-negara donor. Rapat kabinet terbatas juga telah menyetujui untuk mengucurkan dana 3 milyar rupiah melalui kementerian sosial untuk para pengungsi.

Pengungsi asal Bangladesh akan segera dipulangkan ke negaranya dengan menggunakan kapal laut bekerja sama dengan kedutaan Bangladesh.

Operasi pencarian dan penyelamatan itu, lanjut Basya, difokuskan ke perairan Indonesia, tepatnya di sebelah timur Aceh. TNI mengerahkan dua kapal perang milik Angkatan Laut, dua helikopter, dua pesawat pengintai dan dua kapal ponton.

Aceh sendiri telah menjadi jujugan bagi para manusia perahu etnis Rohingya sejak tahun 2009. DPemerintah melalui kementerian sosial dan kesehatan juga telah memberikan bantuan medis dan kebutuhan pokok.

Baca Juga:   Bendera Indonesia Geser Vietnam Di Motor MotoGP Yamaha Rossi dan Vinales

Jadi jauh sebelum Turki memberikan bantuan, bangsa Indonesia dengan rakyat Aceh di garda terdepan telah sering memberikan bantuan pada pengungsi Rohingya walau baru sekarang ini mendapat ekspos luar biasa dari media.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan