4 Pulau, 4 Pangkalan Militer. Konflik Laut China Selatan Mirip Medan Pertempuran dalam Video Game

Dalam video game bergenre RTS/ Real Time Strategi seringkali pemain disuguhkan untuk membangun pangkalan militer yang berdekatan dengan pangkalan militer musuh. Sebentar lagi, perang imajinatif antar pangkalan militer yg bertetangga dalam video game akan tersaji dalam dunia nyata.

image

Saat ini sudah ada 5 pangkalan militer di kepulauan Spratly telah dan sedang dibangun pangkalan militer oleh masing-masing negara yg bertikai. Pilipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam dan China.

image

image

image

image

Dan yang terbesar kepunyaan China. Negara paling terakhir yang mengklaim spratlys. Citra satelit menunjukkan bahwa pangkalan militer China yang masih tahap pembangunan akan menjadi yang terbesar.

china military base on spratly china military base in spratlys

Bagaimana dengan Indonesia?, kepulauan Natuna yang berada di dekat Spratlys sudah mutlak milik Indonesia dan tidak ancaman klaim dari negara lain. Hanya batas laut ZEE saja yang bertabrakan dengan klim RRC. Tapi TNI telah menyiapkan pangkalan militer di area Natuna untuk mengantisipasi terjadinya konflik.

Baca Juga:   Cirebon Kota Tilang?, Kok Orang Ini Mengaku Gak Pernah Kena Tilang

Tapi ya tetap waspada, karena kaum sejarawan Malaysia sudah mulai menggugat Natuna melalui retorika sejarah, seperti di artikel ini
https://roda2blog.com/2014/06/23/kepaulauan-natuna-dan-laut-china-selatan-yang-selalu-ribut/

roda2blog di sosial media

5 Komentar

  1. Pangkalan militer makin menjadi aset strategic bila terjadi perang skala kecil dalam wilayah luas di luar main land.

    Skenario memperpendek waktu perang dengan memilih strategy preemptive strike bisa menjadi pilihan. Lumpuhkan pangkalan musuh sebelum perang.

    #efect terlalu banyak main RTS dimalam hari.

    Salam Uhuuuuuuuuuy

  2. indonesia harus tegas menghadapi setiap pulau yang di klaim negara lain, terutama presiden jangan diam saja, serta TNI kita harus di perkuat alutsista-nya, baik matr darat, matra laut apa lagi matra udara, biar kita menjadi negara yang di segani bukan yangh di takuti. merdeka atau mati, NKRI harga mati.

Tinggalkan Balasan