Inikah pertanda TNI siap merebut kekuasaan pemerintah?

tni polri damai

Perlahan tapi, citra polisi di era sosial media semakin buruk. Sedang citra TNI semakin baik, masyarakat seolah melupakan tirani rezim militer di zaman Orde Militer Soeharto selama 32 tahun.

Kekuatan dunia maya bernama sosial media sudah terbukti luar biasa dengan berhasil naiknya Jokowi menjadi presiden Indonesia. Maka cukup aneh, bila pihak kepolisian bersikap acuh pada kemerosotan “imej” mereka di mata masyarakat. Levelnya sudah dalam taraf bahaya menurut saya.

Kudeta militer akan sangat dinantikan ketika masyarakat sudah tidak percaya pada aparat polisi, perangkat hukum dan pemerintah yang kacau. Mesir adalah contoh terkini saat dipimpin oleh Dr. Mursi.

Jenderal Sisi hanya membutuhkan dukungan 50% + 1% dari total masyakarat mesir untuk melancarkan kudeta, walau fakta menunjukkan hampir 70% rakyat mesir mendukung kudetanya. Dia tidak peduli dengan fakta bahwa Mursi dipilih rakyat dan IM adalah pemenang pemilu.

Baca Juga:   Honda CBR250RR Hancur Di Suramadu, Ini Kronologinya

Rakyat Mesir saat itu lebih mementingkan harga bahan pokok yang murah, kepastian hukum, dan kepastian konstitusi pemerintah yang bebas dari intervensi.

Tiga faktor itu persis seperti yang sekarang dirasakan oleh masyarakat Indonesia:
1. Harga bahan pokok mahal
2. Kepastian hukum yang kacau, mulai kasus KPK sampai merosotnya kepercayaan publik pada polisi
3. Kebijakan presiden yang  lebih mementingkan partai dan orang dekatnya.

B4223A1CYAAr1oe

Slogan TNI selama ini adalah, “Bersama rakyat TNI kuat”. Tapi sekarang ada tambahanya, “Bersama TNI, Rakyat Damai dan Sejahtera.” Ini persis seperti mengatakan, bersama partai rakyat menderita.

Berkaca pada kudeta militer Thailand tahun 2014. Masyarakat Indonesia dan Thailand saat ini memiliki satu kesamaan, muak level muntah pada partai politik. TNI bisa melancarkan kudeta dengan sangat mulus dan damai, jauh lebih mulus daripada kudeta militer Thailand tahun 2014.

Baca Juga:   Cara Cerdik India Menguasai Teknologi dan Pasar Otomotif

Tapi tentu, laporan dari intelijen internal TNI memegang peran penting dalam memilih waktu kudeta yang tepat. Yang pasti semakin jelek citra polisi, politikus dan partai. Akan semakin mempercepat tibanya kudeta.

General!, we are waiting.

roda2blog di sosial media

8 Komentar

  1. Tul.. q hidup di indonesia dri lahir ampe mci hidup krang ini srasa bkan dinegara q sendiri dari semua lini negara ini udah hancur segala sesuatunya takarannya dngan uang…diindonesia saya merasakan tuhan itu ada dua tuhan di dlm agama dan uang yg dijadiakan tuhan…kamu mau jadi apa pegawai negri karyawan swasta anggota dewan polisi hakim atau aman dan yaman walaupun anda seorang penjahat semuanya bisa pke tuhan duit ( agama diindonesia cuma hiasan dikartu ktp)…sekrang ini yg kita butuhkan seorang pemimpin yg bnar dan iklas untuk kmajuan rakyatnya dan kenyamana rakyatnya dari kebutuhan pokok keadilan di dlm hukum dan kesempatan yg sama tdk ada pembedaan strata atau golongan kaya miskin semua sama dilindungi negara, bukan seorang pemimpin khisan kebaikan namun penuh kemunapikan dan mementingkan diri dan golongannya

Tinggalkan Balasan