Anak dan Menantu Durhaka, Menolak Jenazah Ibu Kandung

image

Bukannya merawat hingga akhir hayat, seorang anak dan menantu malah menyiksa dan menelantarkan ibu kandung di panti asuhan. Ironinya lagi, sang anak bejat itu enggan menerima jasad ibu yang meninggal dunia setelah dirawat 2 tahun di panti asuhan.

Mobil jenazah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Ponorogo yang membawa jasad Mbah Suminem, (79th) ditolak oleh anak kandung dan menantunya.

Sebelumnya kehidupan nenek jompo ini sangat mengenaskan. Semasa hidupnya bersama Misenun, anak kandung dan Tukinem, menantunya di Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, selalu disiksa dan dianiaya.

Bahkan tak jarang tubuh dan kepala nenek jompo ini memar hingga berdarah akibat kerap dipukul menggunakan benda tumpul oleh anak dan menantu tanpa sebab.

Baca Juga:   Rekonstruksi Desain Rumah era Majapahit

Penyiksaan ini baru berakhir 2 tahun lalu setelah warga iba lalu membawa nenek jompo ini ke panti asuhan Dinas Sosial dan melaporkan sang anak bejat ke polisi atas kasus penganiayaan orang tua.

Bukannya bertaubat setelah dihukum penjara 4 bulan, mengetahui sang ibu sakit keras sejak 5 hari yang lalu, anak durhaka ini sama sekali tak menjenguknya di panti jompo.

Menurut Saniyah petugas Panti Jompo Dinas Sosial, ketika sang ibu dinyatakan meninggal dunia, Misenun  justru menolak jika jenazah ibu kandungnya disemayamkan di rumah duka. Kekesalan warga semakin memuncak ketika sang menantu menutup pintu rumah dan tidak menghendaki jasad ibu dibawa ke dalam rumah. Sedangkan sang anak justru malah pergi entah kemana.

Baca Juga:   Kopdar Timur Tengah (part.1): Bebek Genit Mewakili Kaum homosek

Anak dan menantu durhaka ini akhirnya mau menerima jasad sang ibu, setelah sejumlah warga dan petugas Dinas Sosial meminta kesadaran sang anak kandung untuk merawat jasad sang ibu untuk terakhir kalinya.

roda2blog di sosial media

7 Komentar

Tinggalkan Balasan