Pemerintah Berencana Mengganti Hercules dengan Airbus A400 atau Boeing C-17

Perbandingan pesawat C-17, A400M dan C130 foto: defenceforumindia
Perbandingan pesawat C-17, A400M dan C130 foto: defenceforumindia

Walau sudah mendapatkan suntikan 9 pesawat Hercules baru dari Australia, 4 hibah dan 5 beli bekas. Tapi kementrian pertahanan memiliki rencana untuk mendatangkan pesawat baru demi kelancaran logistik TNI.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro, menegaskan, rencana untuk menggantikan peran pesawat angkut jenis Hercules sudah ada dalam rencana strategis (Renstra) dua 2015-2019.

“Pada renstra dua 2015-2019 akan ada perkuatan dengan memperbaharui skuadron angkut dengan pesawat (Airbus) A400 atau C17,” kata Djundan.

Berikut profil singkat kedua pesawat ini
Boeing C-17 Globemaster
Ini adalah seri terbaru dari keluarga pesawat angkut Globemaster, seri sebelumnya C-74 dan C-124. C-17 Didesain untuk mengakomodasi misi 1 batalyon tentara pemukul secara utuh beserta logistiknya. Sekali terbang pesawat ini mampu membawa 18 pallet kargo, 144 prajurit tempur, 102 prajurit terjun payung, 1 Tank MBT ( kelas Leopard/Abrams M1), 2 Panser, 4 Helikopter Black Hawk atau Apache.

Simulasi operasinya, 102 prajurit terjun payung diterjunkan untuk mensterilkan calon lokasi pendaratan C-17. Lalu setelah mendarat dan loading maka semua barang yang diangkut pesawat ini bisa dijadikan amunisi 1 markas komando perintis.

Baca Juga:   Waspada Virus Corona, Hati-hati Kalau Pakai Helm Pinjeman

C-17 menggunakan “blown flaps”, generator vortex dan “thrust reversers” (tenaga dorong kebalikan) untuk membantu pendaratan jarak pendek. C-17 dapat beroperasi pada landasan sepanjang 915 m tanpa aspal asalkan tanahnya padat. Dengan hanya lebar 27,5 m dan dapat bermanuver untuk membelok menggunakan “a three-point turn”.

Pengguna pesawat ini adalah Amerika Serikat (223 unit), Inggris (10 unit), NATO (3 unit), Australia (8 unit), India (10 unit) Qatar (4 Unit).

Misi terheboh dari pesawat ini adalah, ketika Qatar mengirimkan bantuan logistik kepada pemberontak Libya anti Khadafi. Dalam hanya tiga kali drop logistik militer di Kota Benghazi. Pasukan pemberontak Anti Khadafi sudah mampu mengimbangi pasukan Ghadafi. Hal tersebut menunjukkan kapabilitas serta amunisi potensial yang bisa diangkutnya.

Harganya mencapai 220 juta dollar per-unit.

Airbus A400M
Airbus A400M adalah pesawat Angkut militer bermesin empat turboprop. Biaya proses riset dan produksinya membengkak beberapa miliar dollar AS. Pesawat produksi divisi militer Airbus ini melakukan penerbangan uji coba perdana di Sevilla, Spanyol pada 2009.

Baca Juga:   Viar Gandeng PLN Untuk Buat Aplikasi dan Stasiun SPLU

Total sudah ada pesanan sebanyak 180 unit dari Perancis, Inggris, Turki, Afrika Selatan dan Malaysia ketika pesawat ini masih dalam bentuk prototype. Sayangnya, karena kendala krisis ekonomi di Eropa, delivery pertama baru bisa dilakukan pada awal tahun 2014. Sedang Inggris dan Afrika Selatan membatalkan kontrak karena keterlambatan ini.

Daya tarik utama dari pesawat ini adalah harganya yang tergolong murah, 100 juta dollar AS/unit. Sedangkan kemampuan terbangnya tergolong super. Mampu terbang setinggi 12.000 meter, dapat mendarat di landasan pendek dan tidak mulus. Baling-balingnya memiliki kekuatan 11.000 tenaga kuda dan merupakan mesin yang paling kuat yang pernah dibuat di luar negara Sovyet/Rusia.

Untuk kemampuan angkutnya, masih kalah dari C-17. A400M tidak bisa mengangkut Tank MBT, hanya bisa mengangkut 2 panser dan 1 helikopter tempur ringan.

4 Komentar

  1. Kok tetep masih suka hercules kalo aku, tp yg versi terbaru c 130 J super hercules , daya angkut nggak jauh beda dgn A 400 M, tapi lebih efisien dan lebih jauh jelajahnya

Tinggalkan Balasan