MLRS atau Tank? Saat Eropa Tak Butuh Tank, ASEAN Justru Berlomba

image
M270 MLRS System. Foto:autodefence

Negara-negara di Eropa terutama anggota NATO lebih MLRS (Multiple Launcher Rocket System) dibandingkan Tank bahkan jenis MBT (Tank Kelas Berat) sekalipun.

Belanda memensiunkan hampir 90% kekuatan MBT Leopard-nya dengan alasan sudah tak relevan lagi dan berat diongkos. Perancis dan Jerman juga demikian.

Teknologi MLRS memang dipandang lebih ampuh daripada Tank dalam perang modern. Sebuah MLRS yang membawa 8 roket mampu menghancurkan area seluas 10KM persegi.

Kelemahan utama Tank terutama jenis MBT ada pada kemampuan pertahan diri. Perang Iraq, Konflik Israel-Palestina dan perang di Ukraina saat ini adalah bukti sahihnya. Tank jenis MBT (Abrams, Merkava dan Oplot) begitu mudah dilumpuhkan dengan manpad, RPG dan ranjau anti tank yang semakin canggih.

Baca Juga:   Beli Sedan MERCY malah dapet TANK Leopard

Bahkan Active dome pada Tank Merkava Israel juga tak banyak membantu dari serangan gerilyawan Palestina dan Hizbullah.

image
Tank M1 Abrams hancur oleh ranjau darat ISIS. Foto: iraqinews

Perang antara Rezim Iraq vs ISIS juga menambah bukti sahih bahwa pergerakan pasukan Infanteri berbekal persenjataan anti tank. Bisa dengan mudah menghentikan laju gerombolan Tank.

Bagaimana dengan ASEAN. Hampir semua negara di kawasan ini memiliki MLRS. Malaysia memiliki 300unit, Thailand 150unit, Singapore 100unit dan Indonesia 300.

Di ASEAN, keberadaan MBT dipandang masih diperlukan terutama sebagai alat perang anti gerilya. Maka tak heran bila mereka berlomba mendatangkan MBT kelas wahid. Yang terbaru, Singapura akan mendatangkan Tank Merkava asal Israel sebanyak 50ekor.

roda2blog di sosial media

8 Komentar

Tinggalkan Balasan