Ribuan Sarjana Daftar Gojek, Berarti Ada Yang Salah Dari Sistem Pendidikan Tinggi

image
Ustadz Sunandar Ibnoe Nur

Berikut ini adalah catatan dari Ustad Sunandar Ibnoe Nur dalam fb-nya. Berkenaan dengan fenomena Gojek yang luar biasa.

Bila ribuan sarjana daftar untuk memilih profesi GO-JEK, berarti ada yang salah dengan Dunia Pendidikan di Indonesia dan itu pertanda Menteri Pendidikannya GAGAL-jek.

Setidaknya ada12 catatan saya yang patut dicermati,  dari fenomena Go-Jek yang dahsyat ini:
1. Pendiri Go-Jek adalah seorang yang cerdas dan jeli melihat peluang bisnis di Indonesia. Seorang yang masih muda dan pastinya ahli dalam I.T…. Konon alumni dari “Harvard University”.

2. Pola bisnis yang diterapkan tidak bergaya kapitalis, komposisi 80 – 20 %. Pengojek dapat 80 % adalah pola pemberdayaan bagi ekonomi lemah,
bukan penghisapan dan eksploitasi kaum dhuafa.

3. Pengojek diberikan Hp seharga Rp 700 dan dicicil sehari Rp 7 ribu adalah pola bisnis yang sangat manusiawi
dan Islami. Meringankan dan tidak memberatkan.

Baca Juga:   Impressi Infinix Note 2 dengan Kartu Smartfren 4G LTE

4. Pengojek diberikan pelatihan penggunaan Hp dengan aplikasinya selama 6 jam (sehari) secara gratis.
Berarti dapat ilmu baru tentang I.T secara gratis.

5. Jaket dan Helm dipinjamkan sebagai tanda ikatan moril  agar tidak disalah gunakan dikemudian hari.

6. Syarat keanggotaan sangat mudah, cukup dengan menyerahkan identitas diri, seperti BPKB kartu keluarga, photo
copy SIM atau KTP, adalah cara yang tidak memberatkan.

7. Pengojek diminta mencamtumkan nomor kontak relasi atau kerabat dekat dengan maksud antisipasi bila ada kecelakaan ada yang bisa dihubungi.

8. Antar sesama pengojek dibersatukan dalam ikatan persahabatan dan persaudaraan serta tali silaturahim walau tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya. Mereka saling tolong menunjukkan alamat dengan senang
hati dan saling tukar pengalaman serta ngopi bersama.

Baca Juga:   Pengalaman Memakai Oli Diesel Pada Sepeda Motor Honda Win

9. Dalam beberapa waktu anggotanya sudah mencapai lebih  dari 30 ribu. Penyerapan tenaga kerja yg luar biasa.

10. Kalau ribuan sarjana menjadikan profesi GO-Jek sebagai alternatif, berarti ada yang salah dengan Dunia Pendidikan kita atau aparat negara yang tidak becus memanfaatkan Sumber Daya Alam Indonesia.

11. Sarjana menjadi pengojek ???? berarti ada yg salah: lembaga Pendidikannya, etos belajarnya atau pemerintahnya yang tidak mampu menyediakan Sarana Kerja.

12. Halloooo…. Menteri Pendidikan & Menteri Tenaga Kerja, apa aja sich yang kalian lakukan ??? !!!

12 Komentar

  1. Sistem pendidikan kita mengajarkan untuk jadi pekerja, bukan untuk jadi pengusaha.
    FYI, Banyak pedagang bakso tamatan SD di jakarta penghasilannya lebih besar dari buruh pabrik yg lulusan SMU

  2. Ayo p.dokter…bpk TNI..Polisi..Guru..Pedagang..Insinyur..Drs..S.kom..S.sos..SE..daftar jadi gojek…kalo perlu semua WNI dari sabang smp Merauke jd driver GoJek aja

Tinggalkan Balasan