Anggap saja bayar parkir sebagai Sedekah pada Juru Parkir

image
Gambar ilustrasi saja

Sekilas, profesi tukang parkir sangat menggiurkan. Sekali prit bisa dapat 1000 rupiah. Enak banget kann.

Padahal faktanya, juru parkir adalah kaum tertindas. Kecuali mungkin parkir yg dikelola ormas di Jakarta. :mrgreen: itu mahh malak.

Ada semacam aturan tak tertulis dan sudah jadi rahasia umum. Bahwa uang parkir di kota-kota. Akan masuk dikelola oleh bupati/walikota terpilih. Wahh masuk kantong pribadi dong? Sebagian besar memang iya.

Setiap hari, kawasan areal parkir dibagi dalam dua shift . Pagi dan sore, antara jam 6 pagi – 2 siang. 2siang – 9 malam.

Setiap juru parkir telah ditentukan setoranya berdasarkan ramai tidaknya lokasi tersebut. Shift pagi dan sore besar setoranya sama.

Baca Juga:   Kontes Layanan Honda, Dari Pimpinan Sampai Petugas Pengiriman Motor Diuji Demi Kepuasan Konsumen

Si pemungut setoran juga gak ambil pusing atau repot mikir, sepi atau rame. Jika tarif setoranya 50.000/shift, maka ya harus setor segitu. Bila “mbolos” si jukir bisa dipecat diganti orang baru.

Yang kasihan bila hujan tiba. Karena sepi, maka jukir akan nombok. Pake uang sendiri untuk bayar/nutupi setoran. Daripada dieliminasi sob.

Berapa rata-rata pendapatan jukir? Dari survey saya di Klaten, Madiun, Ponorogo dan Wonogiri. Rata-rata sih. bisa ngantongi 50rb/hari, bila normal, bila sepi ya tekorr pake uang sendiri.

Lha kalau musim lebaran yang lagi rame? Pendapatan bisa meningkat 2-3kali lipat. Tapi setoran juga meningkat 2-3kali lipat sob.

Naghh gimana pendapat sobat soal juru parkir ini?

Baca Juga:   Jalan Di Desaku Overdosis

Gak heran to banyak yang mau jadi bupati, uang parkir itu menggiurkan sob.

roda2blog di sosial media

13 Komentar

  1. Pernah hampir berantem sama tukang parkir “siluman”. Mampir ke ATM , ketika markirin motor gak ada orang/tukang parkirnya, ehh..giliran mau jalan ada bunyi priiittttt… minta duit! Klo tukang parkirnya sopan ikhlas saya kasihnya, kita datang motor dirapikan atau ditutupin kardus.

  2. Di surabaya sekarang sekali semprit dua ribu untuk motor, yang mobil tiga ribu. Ini tarif resmi, tapi prakteknya bisa beda²..

    Btw, salam kenal pak. Saya penggemar tulisan di blog ini. Hehe.

Tinggalkan Balasan