Saat Mahasiswa Tumpul, Mungkinkah Buruh Menjadi Lokomotif Kudeta pada Jokowi?

wpid-fb_img_1439779285352.jpg

Harus jujur diakui, selama pemerintahan pak Jokowi ini. Kaum buruh sangat dirugikan, hal paling menculek mataku adalah urusan pencariran Jaminan Hari Tua. Kabarnya kaum buruh akan melakukan gerakan besar-besaran pada tanggal 1 September nanti karena urusan ini.

Berkaca pada Thailand, dimana gerbong perubahan justru datang dari kaum buruh dan usia tua. Mungkinkah di Indonesia akan terjadi demikian?. Bisa iya.

Tidak akan terjadi kerusuhan atau konflik seperti tahun 1998 jika buruh melakukan demo besar-besaran. Buruh sudah cukup terdidik untuk melakukan aksi secara damai dan simpatik.

Justru aparat kepolisian yang patut dikhawatirkan. Di tengah kebencian masyarakat yang meningkat pada korps Bhayangkara. Kinerja kepolisian dalam mengamankan demonstrasi sangat buruk.

Kata kerja “mengamankan” lebih sering diartikan sebagai pembubaran paksa dengan segala cara oleh Polisi. Inilah yang bisa mengundang kerusuhan besar. Bila kerusuhan besar meletus. Buruh akan mendapat simpati, dukungan dan bantuan langsung masyarakat banyak.

Baca Juga:   52 Tank TNI yang Dibeli dari Jerman Telah Tiba di Jakarta

Bercermin pada kerusuhan Koja, masyarakat vs Satpol PP. Masyarakat yang terjun langsung ke medan kerusuhan bukan untuk membela buruh, tapi untuk turut melampiaskan “dendam” pada polisi.

Efek dan dampak kerusuhan itu bisa sangat besar. Mengingat jumlah personel polisi sangat terbatas. Dengan sasaran amuk massa yang banyak, seperti  pos polisi lalu lintas. Mungkin ini juga yang kemarin sudah diantisipasi Polri dengan meminta bantuan TNI untuk ikut latihan kelas “Raider”, tapi ditolak.

Penolakan TNI laksana ada udang dibalik bakwan. Semoga bukan bagian dari skenario kudeta jika kerusuhan tersebut benar-benar terjadi.

Soal efek kudeta pada ekonomi juga tidak perlu ditakutkan. Tidak perlu berkaca pada Thailand yang walau berkali-kali kudeta, ekonominya tetap mapan. Indonesia adalah pasar terbesar ke-5 di dunia setelah China, Amerika, India dan Brazil.

Baca Juga:   Ditolak TNI Ikut Latihan Kelas Raider, Polri Minta Bantuan Negara Lain Untuk Latih Brimob

Di tengah krisis dunia saat ini, hanya Indonesia ini pasar yang paling menjanjikan. Istilah kata: Kalau enggak mau berinvestasi ke Indonesia, mau investasi kemana? ke Eropa? Lha orang eropa aja bingung mau inves kemana?

Hanya analisis usil, “bersama Rakyat TNI jaya, bersama TNI rakyat sejahtera” motto itu pasti ada di setiap kodim/koramil di dekat anda. 😉

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. Seandainya ada demo atau kudeta, siapa yang menurut anda berhak? Jika yang anda tunjuk gagal lalu anda demo lagi? Demo atau kudeta ga segampang itu muncul, perlu gairah dari daerah lalu ke pusat. Baru mengenai JHT saja sudah buat opini tentang demo, apa apa demo… mending demo masak atau demo keahlian 😛

  2. Demo besar-besaran mungkin bisa aja, tapi kalo kudeta sih kayaknya gak. Kudeta itu pasti ada dalangnya yg siap menggantikan posisi penguasa, kalo cuma rakyat ya kayaknya gak mungkin kudeta…

  3. Mengkudeta jokuwi sang tjahaja asia?

    Asal situ tau dalam 50thn belun tentu ada pemimpin macem jokuwi yg tegas dan tidak pernah ingkar janji.

Tinggalkan Balasan