Waduhh, Pertamini dan Kios Bensin Eceran Bisa Dipenjara Sob!!

image
Salah satu kios pertamini. Gambar: detik.com

Harus diakui bahwa adanya penjual bensin eceran akan merancukan stok bbm terutama jenis premium.

Contoh sederhananya, saat data di BP migas menyebutkan bahwa stok premium subsidi (contoh hanya 100liter) telah habis terdistribusi. Dan SPBU menyebutkan bahwa juga telah kehabisan 100Liter itu … Ehhh ternyata masih ada 50liter yang ngendon di kios-kios para pengecer dan pertamini.

Nagh ini makanya Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyatakan, praktik penjualan BBM bersubsidi lewat Pertamini adalah bisnis ilegal dan sudah sepatutnya ditertibkan.

Direktur BBM BP Migas Hendry Ahmad mengungkapkan, pelaku yang melakukan penjualan BBM tak berizin bisa dikenakan hukuman pidana penjara 6 tahun atau denda sebesar Rp 6 miliar.

Baca Juga:   Warna Baru Honda CRF150L 2020 Makin Gahar

“Saya tegaskan, Pertamini dan sejenisnya itu ilegal. Hukumannya jelas ada penjara sampai 6 tahun atau denda Rp 6 miliar, ada di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2013,” kata Hendry ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (20/8/2015) seperti dilansir detik.com.

Meski ilegal, menurut Handry, pihak yang melakukan penindakan adalah aparat penegak hukum, bukan BPH Migas sebagai regulator dari distribusi hilir migas.

“Selama ini kan belum ada laporan. Kalau ada laporan bisa secara hukum bisa dipidanakan. Dan memang sudah seharusnya ditertibkan,” katanya.

Yaghh semoga ada kebijaksanaan.

roda2blog di sosial media

18 Komentar

Tinggalkan Balasan