Biaya Pungli di Grapari Telkomsel Ponorogo

image

Ternyata pungli atau pungutan liar enggak hanya ada di instansi pemerintah. Tapi juga di perusahaan swasta sekelas TELKOMSEL sob.

Alkisah, hari sabtu kemaren hape beserta nomor simcard milik saya hilang di seputaran Manahan Solo. Setelah memastikan bahwa hilang, saya pun telpon ke 188. Minta tolong untuk diblokir, tapi gak bisa karena fitur tersebut tidak ada untuk kartu AS. Menurut operator 188.

SIM card pengganti bisa langsung didapatkan di gerai Grapari terdekat. Karena data pengguna di SIMcard sesuai dengan identitas saya, maka tidak perlu surat dari Polisi dan tanpa dipungut biaya alias gratiss. Itu SOP menurut operator Telkomsel Pusat lhoo ya.

Baca Juga:   Di Malaysia, Pakai Knalpot Brongg Bisa Didenda Ratusan Juta dan Penjara 5 Tahun

Lhadalah, ketika saya mengurus di Grapari Ponorogo. Ternyata harus bawa surat keterangan dari Polisi dan membayar 10.000 untuk biaya ganti kartu. Bahkan kostumer di samping saya, masih harus bayar materei 6.000 rupiah.

Saya coba ngeyel sambil telpon 188, tapi simbaknya lebih ngeyel lagi. Bahwa prosedur di kota Reog ya ngono.

Yo wiss rapopo sambil ngedumel,
“Ahhhrgg sudah ngantri lama di kantor polisi, masih harus bayar 10.000 lagi di Grapari…tahu gini tadi ngurus di Madiun bro bro bro”

Budaya pungli, ternyata memang sudah mendarah daging di Indonesia. Yaa dimaklumi sajalah. Yang lucuu, pas saya minta nota tanda terima 10.000 … Lhoo lha kok ming koyo ngene???

Baca Juga:   Pilihan BUSI NEW MEGAPRO untuk KECEPATAN MAKSI

image

roda2blog di sosial media

17 Komentar

  1. Provider si biru jg begitu. simCard saya si putih merger sama si biru, dpt surat perintah via sms disuruh ganti simcard. Katanya sich penyeragaman & upgrade simcard, lah koq disuruh bayar 10,000.
    Harusnya kan Free, wong saya gak minta ganti simcard koq.

Tinggalkan Balasan