Rizal Ramli memang Menkoplak, Beli Token 100ribu dapatnya 73Kwh bukan 73ribu Pakk

tarif kwh pln listrik
450 dan 900 ada biaya beban yang harus dibayar

Pulsa Listrik itu memakai satuan Kw. Nilai 1kw=berapa rupiah berbeda sesuai dengan tegangan speedo listrik konsumen.

Walhasil bisa beda dapat besaran tokenya. Sama-sama beli 100rb, tapi yang daya 450-900 akan mendapat token lebih banyak daripada bila yang beli daya 1300 atau 2200.

Back to laptop ke statemen Menkoplak Rizal Ramli. Ambil contoh saya beli Token listrik 1.000.000 untuk Speedo 2200, maka rincianya begini pak rizal:

Token PLN
Contoh faktur token PLN, Tetap ada tambahan biaya PPJ, Materi dan admin bank walau bayar di loket PLN

Nominal token yang saya dapat hanya 921.481. Ada yang hilang 73.000 (PPJ) + 3.000 (Matere) + 1800 (Admin bank)

Tapi pak menteriii, 921.481 itu ketika dikonversi menjadi KwH dapatnya 917KWH. Yang berarti harga 1KWH = 1004 saja. Ini jelas lebih murah daripada listrik pasca bayar dengan tegangan yang sama R1/2200 yang harga 1KWH = 1334, perhatikan screenshoot berikut ini:

Baca Juga:   Sebab Lamanya Honda PCX Lokal Muncul, Ternyata Interlokal

tagihan pln477.417 – 47.000 (PPJ) – 3.000 (materi) – 1800 (bank) = 425617 / 319 = 1334/kwh

17 Komentar

  1. kalau belinya nominal gede iya bisa lebih hemat, tapi kalau belinya nominal kecil ya kena potongan lebih banyak. Seperti pulsa telepon lah. Beli 10 ribu bayar 11 Rb, beli 100 Rb bayar 101 Rb.

  2. ralat om, Kementerian ESDM itu memang di bawah Menko Kemaritiman,,sedangkan PLN BUMN dibawah Kementerian ESDM,,jadi memang pak Rizal Ramli ini mempunyai hak tentang energi dan sumber dayanya :mrgreen:

Tinggalkan Balasan