Merindingg Broo. Kisah Penjual Penthol Asal Ponorogo yang Membiayai Kuliah Istrinya Sampai S2

alim

Tepi jalan raya, kembali tersaji kisah teladan hidup yang luar biasa sob. Seorang penjual penthol bernama Muhamad Mualimin asal Ponorogo sukses membiayai pendidikan sang istri hingga menyelesaikan kuliah S2 (Magister Ekonomi Syariah ) di STAIN Ponorogo.

“Alhamdulilah minggu kemarin istri saya sudah ujian Thesis, biasa ada revisi tapi Insyallah ini tinggal menunggu wisuda”ucapnya.

Penjual penthol atau cilok yang akrab dipanggil Alim ini tinggal di Lingkungan Juranggandul kelurahan Kadipaten, Kec.Babadan Ponorogo. Wilayah tempatnya berjualan di antara desa Pondok, Babadan sampai Cekok. Jam Jualanya hanya sekitar jam 16.30 (setengah 5 sore) sampai sekitar jam 20.30 (setengah 9 malam). Pagi hari ia gunakan untuk belanja, memasak dan mengantar istrinya ngampuss.

kunci sukses mas Alim ternyata sangat sederhana. katanya, “kalau ingin berwirausaha itu pertama menata hati, Ojo Kagetan, Aleman, Lecek’an.(Jangan mudah kaget baik saat sukses maupun gagal, jangan mudah lupa diri saat dipuji, jangan mudah menyerah)”

Baca Juga:   Nyeszek itu

Mas Alim ini aslinya orang Lampung sob. Awalnya dia hanya dolan saja ke kota Reog. Lalu jadi korban kecelakaan lalu lintas dan dirawat di Ponorogo.

“Selama di Ponorogo menunggu sembuh, saya tertarik melihat kehidupan warga Ponorogo yang rukun, kondisi kotanya aman. Saya amati kok banyak hal baru yang bisa saya pelajari. Etos kerja, sikap sederhana juga mau berfikir jauh ke depan.”

“Akhirnya sekitar 5 tahun lalu saya memutuskan pindah dari Lampung ke Ponorogo, belajar usaha makanan selama 1 tahun lalu berjualan sendiri di tahun ke 2. Mungkin rejeki saya di Ponorogo, alhamdulilah saya bisa hidup tenang di Ponorogo ini bersama anak Istri,termasuk membiayai istri hingga S2” Kisah Kang Alim.

Baca Juga:   Toyota Etios Valco Tidak Diproduksi Lagi Mulai Desember 2016

Nih sob klo mau baca kisah mas Alim lebih lengkapnya:
https://kangkneff.wordpress.com/2015/09/14/kisah-tukang-cilok-kuliahkan-istri-sampai-magister-ekonomi-syariah/

roda2blog di sosial media

8 Komentar

Tinggalkan Balasan