Kisah Erat Persekutuan Islam dan Komunis, Pakistan dan China.

pak chinaIdeologi komunisme menjadi momok menakutkan terutama bagi umat Islam di Indonesia. Tapi  jika melihat relasi akrab Pakistan dan China, kok sepertinya terasa aneh bila ngelihat orang Indonesia yang anti China.

Pakistan yang mengklaim dirinya negara Islam. Sedang Indonesia yang negara sekuler aja kok anti China, lha wong Pakistan aja mesra sama China. Pasti ini gara-gara Jokowi.

Secara tradisi, Pakistan adalah sekutu dekat Amerika. Pakistan adalah pion Amerika untuk membendung pengaruh Afganistan dan India yang sejak dulu akrab dengan Sovyet. Awal tahun 1990 saat Sovyet runtuh dan India sudah diakrabi, Pakistan dianggap sudah gak penting. Bahkan kemudian di embargo senjata dari tahun 1990 – 2001.

Baca Juga:   Erat Bersahabat dalam Festival Motor Laki Yogyakarta

Pakistan lalu merapat ke China. Dari kolaborasi keduanya, didapat dua pesawat. JF-17 Thunder (3,5G) dan F10 Vanguard (4G)/seri China J-10 Chengdu. Termasuk Jet Tempur Shenyang J-31 yang digadang-gadang mampu menyaingi Raptor J31. Lha wong desainya memang mirip. :mrgreen:

Pilihan Pakistan merapat ke China bisa dibilang, karena mereka memiliki musuh yang sama: India. Konflik antara China dan India sudah berlangsung lama terutama dalam konflik Tibet.

Dalam persoalan perbatasan, sampai saat ini antara India dan China tidak memiliki patok perbatasan yang disepakati di daerah pegunungan Himalaya. Perang terbuka terjadi tahun 1962 memperbutkan wilayah Aksai Chin. Perang itu dimenangkan China.

Tapi yang paling ditakuti dari duet negara nuklir ini adalah soal kemisteriusan nuklir Pakistan. China sebagai anggota tetap DK PBB dan 1 dari 5 negara Nonproliferasi Nuklir, sudah melanggar isi point perjanjian itu.

Baca Juga:   Modifikasi Striping Yamaha Nmax

Bahwa ke Lima negara pemilik senjata nuklir (Nuclear Weapon States / NWS), setuju untuk tidak mentransfer teknologi senjata nuklir maupun hulu ledak nuklir ke negara lain dan menjalin hubungan dengan negara yang memiliki nuklir secara rahasia.

roda2blog di sosial media

2 Komentar

Tinggalkan Balasan