Soegoro Atmoprasodjo, Sang Pencetus IRIAN JAYA

image
Soegoro Atmoprasodjo. Foto: wiki

Bumi Papua pernah menyandang nama¬† “Irian Jaya”. Lalu diubah menjadi Provinsi Papua oleh Presiden Gus Dur. Sedang di bagian ” kepala” pulau tetap memakai nama Irian Jaya Barat sampai tahun 2007 diganti menjadi Papua Barat.

Sedih juga sob ditinggal mati nama “Irian”. Nama tersebut bukan berasal dari Presiden Soekarno ataupun Soeharto. Tapi dari Soegoro Atmoprasodjo, orang pertama yg mengenalkan nasionalisme Indonesia pada putra Papua.

Dia adalah guru pengajar dan direktur asrama Sekolah Pamong Praja yang mendidik para pemuda lokal untuk siap menjadi pegawai pemerintah Belanda. Beberapa tokoh lokal didikanya kemudian menjadi pahlawan revolusi di Bumi Papua seperti Frans Kaisiepo, Nicolaas Jouwe, Marthen Indey, Corinus Krey, Silas Papare, Baldus Mofu, O. Manupapami, dan Herman Wajoi.

Baca Juga:   Viar Rilis Dua Motor Listrik, Viar Pulse dan Viar Q1

Soegoro lahir di Yogyakarta, 23 Oktober 1923. Dia aktivis Taman Siswa bentukan Ki Hadjar Dewantara dan aktivis Partai Indonesia (Partindo). Pada 1935, dia dibuang ke Digul, Tanah Merah, Papua, dengan tuduhan terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia terhadap Belanda pada 1926/1927 di Jawa Tengah.

Setelah adanya proklamasi 17 Agustus 1945. Soegoro segera menyiapkan gerakan militer untuk membebaskan Papua dari cengkeraman Belanda. Dia mempopulerkan ” IRIAN” singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Netherland.

Gerakan pertama disiapkanya untuk aksi tgl 31 Agustus 1945 bersama para veteran Heiho sejumlah 250 personel. Sayang, Belanda berhasil tahu dan segera menangkapnya lalu divonis 15 tahun penjara. Semula di Hollandia/Jayapura lalu dipindah ke Merauke.

Baca Juga:   Nyamar Jadi Akhwat, Pria Ini Gadaikan Motor Rental Diciduk Polisi

Dari dalam penjara, Soegoro kembali merencanakan dua pemberontakan pada Juli 1946 dan Januari 1947. Sayangnya selalu gagal. Pada aksi terakhirnya, Soegoro berhasil kabur ke Papua Nugini lalu menyeberang ke Australia.

Baru pada 1950, Soegoro kembali ke Indonesia dan bekerja di Departemen Luar Negeri. Saat Belanda sudah menyerah mempertahankan Papua, Soegoro menjadi delegasi Indonesia dengan kedudukan sebagai penasihat dalam pemerintahan transisi UNTEA (United Nations United Nations Temporary Executive Authority ).

Nama Irian lalu disematkan pada tanah papua disertai kata “Jaya”. Yang diharapkan memberi kemakmuran dan kejayaan. Sayangnya nama indah itu sudah dihapus.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan