Baru Sehari Menjabat, Kapolres Lumajang Sudah Ketiban Kasus Besar

image
Sambut pisah Kapolres Lumajang

Aparat Polisi di Lumajang sedang disorot karena dituding lengah dalam menjaga keamanan Desa Selok Awar-awar yang sedang bergejolak.

Kejadian pembantian Salim Kancil, pada hari Sabtu 29/9/2015. Sebenarnya hanya berselang sehari setelah serah terima jabatan Kapolres.

Hari Jumat 28/9/2015. AKBP Aries Syahbudin menyerahkan jabatan Kapolres kepada AKBP Fadly Mundzir Ismail. Nagh keesokan harinya, pecahlah tragedi pembantai itu.

Saya haqqul yakkin, Kepala Desa Hariyono dan centengnya yang disebut TIM 12. Selama ini pasti berusaha PDKT dengan aparat dan Kapolres Lumajang, sehingga berani melanggar hukum dengan harapan bisa membeli “suara” pak kapolres.

Dia pasti tidak menyangka, ketika hari Sabtu diperiksa Polisi. Ternyata pak Kapolres yang dihadapinya adalah orang baru 1000%. Yang sama sekali tak dia kenal sebelumnya.

Baca Juga:   Selamat Datang (lagi) Motor Wagu ....

Walhasil, Kapolres yang masih fresh baru 100% itu. Berani dan bisa mengungkap dengan cepat tanpa rasa sungkan menangkapi para tersangka. Bukan berarti saya menuduh bahwa Kapolres yg lama ada “main” dengan pak Kades Hariyono. (Kapolres Lama hanya menjabat 7bulan, dari januari – Agustus2015).

Hal tersebut sudah menjadi kebijakan mabes Polri, bahwa jabatan Kapolres/Kapolda hanya maksimal dijabat 11bulan. Hal tersebut untuk mencegah timbulnya pejabat yang merasanya dirinya “raja-raja” kecil di daerah.

Maka ya Aneh, bila Kapolres yang baru menjabat kurang dari 24 jam dari terjadinya kasus tersebut kok dicurigai, dituduh macem-macem. Malah ada demo minta Kapolres dicopot.

roda2blog di sosial media

2 Komentar

Tinggalkan Balasan