5 Sepeda Motor Revolusioner Di Indonesia

image
5 motor revolusioner

1. Suzuki Shogun
Apa motor masa mudamu? Bagi generasi yang lahir tahun 1970-1980an jawabnya pasti Shogun. Inilah motor bebek dengan desain aerodinamis pertama di Indonesia.

Tanpa kehadiran motor ini, bisa jadi nasib motor bebek di Indonesia sama dengan di negeri jiran. Yang sampai sekarang modelnya masih mengacu pada era Honda 80.

2. Yamaha Mio
Walau bukan matik yang pertama. Tapi promosi gencar Yamaha sukses mendidik pasar Indonesia tentang enaknya naik motor tanpa perlu pindah gigi. Tagline, “karena wanita ingin dimengerti” tapi ternyata kaum lelaki juga inginya sama.

3. Bajaj Pulsar
Walau penjualanya tidak laris. Tapi model motor pulsar ditiru habis-habisan oleh pabrikan jepang. Desain lampu non bundar, tangki, stoplamp dan ukuran ban gambot. Adalah pulsar yang memulai.

Baca Juga:   Tips Merawat AC Mobil Tetap Dingin

Tanpa kehadiranya di Indonesia niscaya anda masih akan disuguhi motor sport dengan lampu bundar, tutup tangki jendol, ban ukuran 18 dengan tapak bebek, desain stoplamp yg mirip kotak lampu merah.

4. Yamaha Vixion
Vixion berhasil memaksa para kompetitornya untuk mengekor dirinya. Bahwa motorsport itu harus monoshock dan sistem pengapian injeksi. Penjualanya makin merajalela saat mengaplikasikan batok lampu utama ala pulsa yang tak lagi bulat.

5. Honda Vario 125
Tanpa motor satu ini. Niscaya pilihan motor matik hanya bermesin 100-110cc dengan fitur standar. Yamaha yang sedang menikmati kesuksesan Mio, seperti berhenti berinovasi dengan hanya menghadirkan Soul. Yang mesinya sama dengan Mio tapi bodynya lebih bongsor.

Baca Juga:   Gibernau: Pedrosa Hebat Tapi Belum Level Juara

Kesuksesan Honda Vario 125 menciptakan pasar tersendiri. Lalu diikuti kompetitor lainya. Kecuali Suzuki, first mover matik 125cc (Suzuki Spin) tapi malah mati duluan sebelum booming.

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. jadi ingat jaman smp-sma pake shogun “kebo” 110 tahun 97, motor bebek ter-advance saat itu, suara halus, shock belakang empuuuuk sampe mantul2 😀

Tinggalkan Balasan