Kirab Sepeda Hias Sudah Basi, Sekarang Kirab Sepeda Motor Hias

image
Kirab Budaya Kok Pakek Motor

Festival Kirab Bantarangin Ponorogo, atau yg lebih dikenal sebagai kirab penutupan bulan Sura/Muharram.

Tapi sekarang klo nontont kirab males dan muless. Niatnya pengen cuci mata dan otak ehhh dapatnya malah panen asap kendaraan.

Yang pertama asap disel dari sound system tiap kontingen. Lebih parah lagi, mobil yg bawa sound sistem asapnya juga ngebul, khas mobil diesel yang muatan penuh tapi dipaksa jalan di kecepatan rendahh.

Lalu yang paling nyebelin, konvoi sepeda motor dari wali murid peserta kirab. Dengan alasan ngetutne anak. Para wali murid ikutan pawai. Jiann nggathelii.

Yang nonton semakin plepeken asap. Apalagi jika ada kontingen sekolah yang malas. Yang menampilkan sepeda motor hias.

Baca Juga:   Jangan Lagi Memaknai Bencana sebagai Musibah
image
Itu pemotor di belakang kuda harusnya ditilang

Jika dibiarkan. Bukan tidak mungkin acara kirab budaya di Ponorogo akan dipenuhi oleh sepeda motor hias. Jika itu terjadi, hilang sudah kreatifitas seni dan budaya.

Jiwa melestarikan budaya juga akan punah. Karena yg dipentingkan bagaimana cara ndandani motor.

Nilai positif kirab pakek motor? Waktu kirab lebih singkat. Apalagi klo kecepatanya dibatasi min.60KpJ.

Note: yang namanya kirab ya harus jalan kaki. Coba deh buka kamus besar bahasa Indonesia.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

Tinggalkan Balasan